Idiom

Masih terkait dengan bahasan peribahasa pada terbitan sebelumnya, kali ini saya hendak membahas Idiom. Berdasarkan KBBI idiom itu bermakna:

n Ling 1 konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya kambing hitam dalam kalimat dalam peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa; 2 ark bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dan lain-lain.

Idiom yang saya maksud adalah seperti pada pengertian yang pertama. Pada pengertian pertama, diberikan sebuah contoh yaitu kambing hitam. Dalam konteks tersebut, makna kambing hitam tidak bisa dijelaskan dengan kata kambing dan hitam, karena arti sebenarnya dari idiom itu adalah orang yang tidak tahu apa-apa atau tidak bersalah tetapi disalahkan. Sangat jelas sekali tidak ada kaitannya dengan kambing yang berwarna hitam. Contoh lainnya seperti mungkin yang pernah dibahas oleh kawan saya yaitu negeri antah berantah.

Lalu, hal lain yang menarik dari idiom adalah ada beberapa idiom yang sama meskipun bahasanya berbeda (hampir diterjemahkan kata per kata). Misalnya ketika orang yang pura-pura bersimpati (menangis segala) biasa kita ungkapkan dengan air mata buaya. Orang inggris pun ternyata memiliki idiom yang sama untuk hal tersebut yaitu crocodile tears. Contoh berikutnya yaitu jalan tikus untuk mengungkapkan jalan pintas. Orang inggris pun menggunakan istilah yang mirip yaitu rat running. Mungkin ada puluhan contoh lainnya. Saya sendiri tidak tahu bagaimana fenomena ini terjadi, mungkin ahli bahasa lebih paham.

Nah, ternyata di ranah Natural Language Processing (NLP), ada beberapa ilmuwan yang mencoba untuk menjelaskan dan memformulasikan fenomena ini. Secara umum, task-nya mirip dengan disambiguation taksnamanya multiword expression (MW)

Pada intinya ada suatu ekspresi dalam suatu kalimat (konteks), apa makna yang tepat untuk ekspresi tersebut. Misalnya: “I ate an apple in the Apple Store when I bought MacBook”. Tuh, apple dan Apple beda maknanya kan? Jadi ketika komputer ditanya apple harus jawab buah apple sedangkan untuk Apple harus jawab tokonya si perusahaan Apple yang buat MacBook.

Bedanya dimana? MW itu lebih kompleks karena lebih dari satu kata dan arti masing-masing kata tidak ada kaitannya dengan maknanya.

Iklan

Peribahasa

Bahasa merupakan media yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Dalam menggunakan bahasa, ada kalanya menggunakan ungkapan yang rumit, seperti peribahasa. Menurut saya, ada banyak hal yang melatarbelakangi manusia menggunakan peribahasa, misalnya untuk memperhalus, atau menambahkan nilai keindahan.

Berdasarkan KBBI, peribahasa dapat diartikan sebagai:

1. kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan);

2. ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku

Hal itu berarti, peribahasa adalah ungkapan yang memiliki susunan tetap yang memiliki kesamaan makna dengan maksud tertentu. Mungkin singkatnya begini, suatu ungkapan memiliki makna “A”. Lalu manusia hendak mengungkapkan maksud “B”. Ketika manusia menggunakan ungkapan tersebut untuk mengungkapkan B, karena A dan B itu mirip, maka A adalah peribahasa. Dengan kata lain, peribahasa umumnya adalah metafora. Oleh karena, menurut saya, peribahasa dapat dibilang sebagai “bahasa yang dikodekan”. Mungkin konstruksi dalam otak manusia seperti ini: “makna” -> ungkapan harfiah -> peribahasa.

Karena peribahasa ini merupakan bahasa yang dikodekan, ketika manusia menggunakannya, ada resiko maknanya tidak tersampaikan secara utuh. Hal ini disebabkan penerima pesan tidak dapat menerjemahkannya.

Selain itu, peribahasa umumnya melibatkan benda/konsep yang ada di sekitar manusia. Oleh sebab itu, peribahasa dapat dikatakan umumnya lokal pada komunitas tertentu. Itu artinya, untuk mengungkapkan satu makna, dua komunitas yang berbeda dapat menggunakan peribahasa yang berbada. Sehingga, ketika dua komunitas ini berkomunikasi dengan peribahasa masing-masing, terdapat resiko untuk tidak saling memahami satu sama lain.

Sebagai contoh, suatu hari saya bercakap-cakap dengan teman dari asia tengah. Waktu itu kami membicarakan hal “mengerjakan pekerjaan sekali, mendapatkan beberapa hasil sekaligus”. Teman saya yang berasal dari asia tengah menanyakan, adakah ungkapan untuk maksud tersebut di Indonesia? Saya pun menjawab ada, dan ternyata begitu pula dengan di negaranya. Hanya saja, peribahasanya berbeda.

Di negara teman saya tersebut menggunakan peribahasa “membunuh dua kelinci dengan satu panah”. Sedangkan di Indonesia, saya mengatakan “sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui”. Berdasarkan peribahasa ini, kita bisa pahami jika di asia tengah yang notabene zaman dulu penduduk di sana berburu dan non-maden, sangat kental menggunakan istilah berburu dalam peribahasanya. Sedangkan di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan, menggunakan istilah yang terkait dengan pulau. Kalau tidak percaya, kita ambil peribahasa yang sepadan yakni “sambil menyelam minum air”.

Jadi apa pelajarannya, dengan bertanya peribahasa di suatu daerah, bisa jadi kita bisa mengetahui kebiasaan masyarakat penduduk di daerah tersebut. Lalu, kira-kira kenapa yah, di bahasa Inggris peribahasa yang sepadan yaitu “membunuh dua burung dengan satu batu?”. Mungkinkah orang Inggris zaman dulu hobi berburu (mengketapel) burung?