Telegram

Tahu kan telegram? Untuk anak-anak generasi 90-an, mereka umumnya tahu arti telegram. Bukan, bukan aplikasi pesan itu. Telegram itu adalah “pesan yang dikirimkan melalui telegraf”. Telegraf sendiri menggunakan kawat untuk mengirimkan pesan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Pada zamannya (sebelum 2008 mungkin), telegraf adalah cara yang paling cepat mengirimkan pesan ke tempat yang jauh, lebih cepat dari surat, burung merpati, atau ngantar suratnya langsung. Bahkan cara menulis telegram diajarkan di sekolah dan tentunya masuk dalam kurikulum bahasa Indonesia. Mungkin bagi yang pernah mempelajarinya ingat dengan singkatan “ttk” untuk mengekspresikan tanda “.”. Intinya untuk mengirimkan pesan dengan telegram, kita tidak bisa menulis panjang-panjang, jadi biasanya disingkat, kemudian kita hanya bisa menggunakan alfabet.

jon ttk selamat wisuda ttk

Untuk menggambarkan bagaimana ekspresinya, ya bayangkan seperti mengirimkan sms dengan batas 140 karakter atau ketika kita menulis status dengan twitter, dan kita hanya bisa menggunakan alfabet saja. Zaman dahulu, telegram itu hanya digunakan untuk mengirimkan pesan yang darurat dan sifatnya segera serta perlu dikirimkan jarak jauh. Di Indonesia sekarang mungkin tidak ada orang yang menggunakan telegram. Menurut berita ini, PT Telkom telah menyediakan layanan telegram selama 162 tahun, tetapi layanan ini kabarnya telah ditutup pada tahun 2010.

Kalau di Jepang, pesan telegram kaya apa yah? Lalu, kira-kira di Indonesia, pesan apa yang terakhir dikirim lewat telegram? Hmmm

Iklan