Pergi Ke Dokter Gigi

Akibat menonton gintama, setiap kali ingat dokter gigi, saya selalu ingat dengan Gintoki ketika memeriksakan giginya ke dokter gigi. Hehe, lucu memang tapi menyeramkan. Lupakan bagian ini.

Hari ini saya berkesempatan untuk mengunjungi dokter gigi di BMG (Bumi Medika Ganesha). Rencananya saya ingin menambal beberapa gigi yang bolong. Luar biasa memang dokter gigi. Saya datang jam 7.30 Pagi dan saya sudah urutan ke-7. Kabarnya threshold untuk pasien yang dilayani dalam satu shift adalah 15 orang. Karena saya sudah bukan mahasiswa lagi, saya dikenakan biaya Rp30.000 untuk pendaftaran. Wew…

Tepat jam 9.00, seorang petugas memanggil saya masuk ke ruangan pemeriksaan. Bu Dokter pun bertanya “ada keluhan apa?”. Saya pun menceritakan apa yang terjadi pada gigi saya. Kemudian saya diminta berbaring di tempat pemeriksaan dan Dokter pun mulai memeriksa gigi saya secara seksama. Well, ternyata cukup parah saudara-saudara. Ada 2 gigi yang mestinya harus dilakukan perawatan syaraf terlebih dahulu dan satu gigi ditambal permanen. Dokter pun bilang “wah, dua bulan untuk sampe selesai perawatannya”. Saya pun menjelaskan “Aduh, gimana dok 2 bulan, di Indonesia saja saya tinggal 19 hari lagi”. Dokter pun menjawab “Oke, saya tambal sementara saja dulu yang 2”. Dan dokternya pun curhat kalau sebenarnya tidak melihat kondisi saya yang hendak pergi mungkin perlakuan tersebut tidak bisa dilakukan. Kan pasiennya sudah banyak menumpuk. Alhamdulillah Ibu dokter baik – “Semoga selalu sehat dan senantiasa dapat membantu memperbaiki gigi orang-orang Ibu”.

Pemeriksaan pun dimulai dengan mengebor gigi saya. Wew… Tapi nggak sakit kok. Intinya buka lebar, lidah diam, dan Dokter akan bekerja secapat mungkin, kumur-kumur, cek mengganjal atau tidak, dan selesai. Kurang lebih 50 menit waktu untuk memeriksa gigi saya.

Hmm, kemudia dokter menyuruh saya untuk meneruskan pengobatannya di tempat saya sekolah berikutnya. Serta minggu depan saya masih harus cek kembali tambalan ini ke dokter tersebut.

Oke, saran saya ketika gigi bolong:

Segera pergi ke dokter gigi. Usahakan ditambal jangan dicabut. Jika masih mahasiswa rutin-rutin ke dokter gigi buat bersih-bersih gigi mumpung biayanya tidak terlampau mahal. 🙂

Jika ke BMG usahakan jam 7.20 sudah berdiri di depan loket.

PKL, Masyarakat, dan Pemerintah, Jadi Siapa?

Belum lama ini sekitar bulan Januari, PKL di sekitar gerbang belakang ITB di razia oleh pemerintah. Sedikit banyak saya mengikuti berita terbaru berkaitan hal tersebut. Posisi mahasiswa memang cukup rumit. Karena tidak mungkin melakukan pembenaraan terhadap PKL, dan tidak bisa melarang pemerintah pula untuk tidak melakukan razia. Hanya sedikit memberikan gambaran, sekarang kios-kios telah berdiri kembali, terlihat cantik berjajar di tepi jalan. Mungkin tak lama lagi,  orang pun akan sedikit demi sedikit lupa akan persoalan tersebut.

Tanpa sengaja, tiba-tiba sore ini saya kepikiran masalah PKL. Saya pun kembali bertanya, memang sepenuhnya PKL itu salah? Kemudian saya pun penasaran, sejak kapan sebenarnya PKL tersebut ada di sana? Apa yang terjadi jika PKL tersebut ditertibkan pada waktu itu (1/2 hari setelah ada di sana). Atau apa yang terjadi jika saat itu kita enggan untuk membelinya? Yup, mungkin orang-orang yang berjualan di sana sekarang sudah memiliki profesi lain. Bisa jadi nasibnya lebih baik dari sekarang atau bahkan selanjutnya. Sayangnya kita tidak mungkin kembali ke masa lalu dan melakukan hal itu.

Tapi mungkin itulah salah satu contoh persoalan yang tidak kunjung diselesaikan atau dicari solusinya. Lama-kelamaan akan semakin membesar dan semakin kompleks. Karena mungkin akan berbeda cerita, ketika pemerintah menertibkan PKL di awal-awal keberdaanya. Kondisi sekarang ini, PKL sudah menjadi zona nyaman para pelakunya dan banyak yang menggantungkan hidupnya di sana. Sehingga saat terjadi penertiban, pemerintah seolah-olah merampas hidup orang-orang tersebut.

Di sisi lain, kita yang menjadi pelangganya, kita menerima manfaat yang tidak sedikit dari keberadaan PKL tersebut. Kita bisa memenuhi kebutuhan perut dan kebutuhan lainnya dengan mudah, tidak perlu mencari ketempat yang jauh. Tapi kita juga sadar bahwa keberadaan mereka di sana sebenarnya menyalahi aturan yang ada. Dan seolah-olah kita lupa akan hal tersebut dan cenderung kita membiarkannya, termasuk diri saya sendiri (rasanya).

Pada akhirnya, PKL tidak sepenuhnya salah ketika usahanya menempati wilayah tersebut, karena banyak pihak yang membairkannya. Masyarakat juga tidak sepenuhnya benar, karena secara langsung menerima manfaat keberadaanya, dan di sisi lain, pemerintah juga tidak dapat dikatakan benar dengan melakukan penertiban beberapa kali saja dan membiarkan persoalan tersebut berulang. Jadi siapa?

Our First Timelapse Video at CFD Juanda Bandung

I know, may be it is not too good for timelapse video. But at least, we, I and my friend Albadr, tried to make it. After we watched some of timelapse videos, we have curiosity how to make a video like that.

Then, we decided when and how to make it. At that time or until now, we could say that we don’t have any enough camera for taking a good picture for timelapse video. We decided to borrow a camera digital. That’s was not a problem since we needed a stable focus. I just though how lucky we were, we didn’t get DSLR camera but we got digital camera. I didn’t think what we should do when we had DSLR camera. Right, we didn’t bring any attribute for that such as tripod and intervalometer.

The first information that we know only how many picture that should be taken for a certain minutes videos. And the second one is, to make it, we just thought stand in a certain spot, maintain the position and press the shutter every certain second. Based on that information, we tried to create this :

Baca lebih lanjut

UAS Bersih, tunjukan integritas…

Minggu UAS, UAS bersih.

Bukan bawa sapu dan bersih-bersih kampus, tapi…

Poster UAS bersih

Baligo UAS bersih di depan kampus

Kalau sulit dibaca, ini teksnya deh :

Kita adalah mahasiswa ITB.
Kita adalah pemuda pemudi yang tidak curang dan selalu jujur dalam ujian karena selamanya saksinya adalah Tuhan.
Kita bukan penggelap pajak.
Kita bukan koruptor.
Kita bukan mafia hukum.
Maka kita juga bukan mahasiswa yang tidak berintegritas yang nyontek dan titip absen apalagi plagiarisme.
Kita adalah mahasiswa yang siap menghadapi UTS, siap dapat ‘A’ bukan hanya ‘A’ di kertas ujian tapi juga di mata Tuhan, siap dapat IP empat, bukan hanya untuk orang tua, tapi juga untuk Tuhan.
Mari kita berjanji Bersama, berani berjuan dalam menjaga kejujuran, untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater, Merdeka!!!

Selamat UAS kawan. 😀

What is inside “labtek v fastfood delivery(ffd)”? I wonder

(another side of my days)

Wah, tak terasa nyaris dua tahun hidup di labtek v, dan nyaris setahun menjadi penghuni tetap labtek v ( tapi kagak duduk di kursi bos lho ). Nah, pasti bingung apa itu ffd?

ffd, kek judul di atas berarti makanan cepat saji yang dikirimkan secara cepat. Ya, yang jelas bukan saudara atau ada keterkaitanya dengan ffdshow.

Nah, kenapa ffd, karena ketika ingin pesan tinggal bilang aja ke bapaknya (tak sebut nama). Nah, bapaknya biasanya ada di labtek v lantai 4 atau di labdas 3(pas lagi ngater makanan) .  Pas pesan jangan lupa sebutkan tujuan pemesanan, lalu pemesan tinggal kembali ketempatnya untuk melanjutkan aktivitasnya.

Tidak lama kemudian biasanya bapaknya akan datang dengan membawa nampan yang penuh dengan makanan. Dan, tentu wajah para pemesan akan tersenyum karena sebentar lagi mereka akan makan(kadang termasuk aku lho, tapi kalau aku masih jarang sih). Ada yang rebus ada yang goreng, dan rata-rata dibarengi dengan telur. Surprisenya porsi normal pemesanan adalah DOUBLE, mantap kan.

Pasti kebingungan, emang yang dipesan apa sih? Yo, yang dipesan adalah mie rebus dan goreng.

Yah, akhirnya aku ngebahas ini, gara-gara teman aku ngajakin berdebat, baik mana mie goreng dan mie rebus? Ya sudah akhirnya aku inget sama ffd kan sama. Lagian sampe sekarang yang aku rasain mie goreng cuma enak baunya doang, sedangkan mie rebus kan enak rasanya(*maaf, enak kan relatif).

Dan akhirnya setelah mencari sumber kesana kemari, dapatlah beberapa informasi yang ada di mie. Info ini aku dapat dari satu bungkus mie yang bentar lagi bakalan dimasak. Dari komposisinya yang aku nggak ngerti dan nggak kebayang dan yang kayaknya itu bahan kimia adalah berikut ini : pewarna (tartrazine Cl 19140), antioksidan (TBHQ), monosodium glutamat, Niasin, Pantotenat.

He, namanya aneh-aneh, dan berikut ini sedikit informasi tentang mereka :

Pertama tartrazine, digunakan untuk pewarna makanan. Pewarna makanan ini katanya sih bisa menyebabkan alergi terutama buat yang punya asma. Tapi jangan cemas dulu, karena jumlah orang yang mungkin kena ini lebih kecil jika dibandingkan dengan orang yang alergi udang. Perbandingan nya adalah untuk yang alergi ini 1:10.000 sedangkan untuk orang yang alergi udang adalah 1:50. Jauh, kan? Biasanya orang yang alergi ini bisa pusing, migran, sulit bernafas, tidak bisa tidur, dll.

Kedua adalah antioksidan (TBHQ). TBHQ itu kepanjangan dari tert-Butylhydroquinone. Benda itu katanya antioksidan, fungsinya adalah sebagai stabilisator untuk menghalagi autopolimerisasi dari peroksida organik. Nah, kalau menggunakan ini ada regulasinya lho, kalau ditambah pada lemak atau minyak hanya boleh 0.02% nya saja (EFSA). Katanya ada efek kalau memakai ini terlalu banyak. Katanya kalau kebanyakan nanti sifatnya berubah jadi karsinogenik. Efeknya antara lain bisa mengakibatkan kanker perut atau merusak DNA(ah serem!!!). Tapi itu katanya masih kontroversi kok. Kan buat nguji efek samping tadi tu kan pake tikus, katanya tikus dengan manusia punya perbedaan dosis yang berbeda jauh untuk TBHQ ini. Jadinya bilang kalau sekarang ini TBHQ masih aman kok.. 😀 (semoga).

Ketiga adalah monosodium glutamat atau yang biasa disingkat dengan msg. Wah kalau ngebaca sejarahnya luar biasa lho penemunya, terima kasih Dr. Ikeda. Nah, dari sumber yang aku tautkan di monosodium glutamat, mengatakan kalau belum ada efek yang parah dari menggunakan msg. Ada penelitian mengenai efek ini, tapi memang dosis yang diberikan katanya luar biasa banyak dan tidak realistis. Contohnya adalah MSG dapat menimbulkan kerusakan otak. Memang benar hal ini terjadi pada bayi tikus. Tapi dosis yang diberikan itu luar biasa besar yaitu 0.5 -4.0 g/kg dari berat badan mencit, jumlah itu katanya setara dengan 30-240 g pada manusia dengan berat badan 60 kg. Sedangkan kita tahu kalau dosis dari MSG kan kurang dari 30 gr. Ya, mungkin yang belum jelas adalah adakah akumulasi MSG dalam tubuh manusia yang berarti tubuh manusia emang menyimpan MSG sampai suatu saat biasa mencapai jumlah segitu dan akhirnya bisa merusak otak? Ingat juga MSG dalam tubuh juga dipakai dalam proses dan juga tubuh kita menciptakan MSG. Hmmm.

Efek lainya adalah bisa menyebabkan kanker katanya. Ekprimen ini dilakukan pada tikus yang telah diberikan MSG. Tikus tersebut akan menderita kanker pada usia tua. Nah, poin disini adalah pada manusia, usia lanjut kan lebih rentan atau memiliki kemungkinan menderita kanker dibandingkan dengan usia muda. Makanya ada yang mengatakan kanker itu dihubungkan dengan usia. Hmmm(boleh juga)..

Benda selanjutnya adalah Niasin. Apa ya Niasin itu? Niasin itu dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol dan mencegah serangan jantung. Namun, pemakaian berlebihan dalam tubuh bisa menimbulkan kanker hati lho. Kalau kaya dimakanan di atas, sepertinya sudah menggunakan jumlah yang aman.

Yang terakhir adalah Pantotenat, katanya digunakan untuk coEnzimA. Nah, tubuh kita memerlukan sedikit tapi jika kurang juga akan protes. Tapi penggunaan yang berlebihan akan mengakibatkan sakit kepala, insomnia, dan gangguan pencernaan. Biasa terjadi pada pecandu alkohol dan manula, karena keduanya memiliki kemampuan pencernaan yang sudah menurun.

Ya, kalau menurut aku, aman nggak ya? Kayaknya si aman-aman aja asal dalam kewajaran :D. Dah sekian dulu menggeje nya…

Kalau menurut teman-teman?

Hari berbatik se-ITB

Medeka, merdeka!!! 65 tahun ITB telah merdeka(‘Katanya’).

Bulan Agustus seperti tahun sebelumnya, menjadi bulan yang istimewa bagi Indonesia. Kenapa? Karena di bulan itu kita merayakan hari kemerdekaan kita. Walaupun sekarang ini orang-orang mulai mengkaji ulang apa itu merdeka. Banyak orang berpendapat dan setuju bahwa bangsa Indonesia sekarang ini belum merdeka. Merdeka arti yang baru adalah merdeka yang bukan hanya berarti arti penjajahan secara fisik seperti zaman sebelum 1945 melainkan merdeka secara keseluruhan sebagai sebuah bangsa. Keseluruhan ini meliputi ekonomi, pendidikan, teknologi, dan bidang lain.

Jika dilihat bangsa Indonesia sekarang ini, belum merdeka secara pendidikan. Pendidikan masih dinikmati oleh segelintir orang dan biayanya cenderung semakin mahal saja. Sektor ekonomi indonesia juga masih diinterferensi oleh bangsa-bangsa maju. Teknologi juga masih dimonopoli oleh negara maju da negara berkembang seperti Indonesia hanya menjadi konsumen belaka.

Terlepas dari merdeka di atas, ada patutnya kita tidak melupakan para pahlawan yang telah berkorban untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Dan bagi saya hal itu adalah suatu permulaan dari kemerdekaan yang sesungguhnya. Sehingga dapat dikatakan bangsa ini masih melanjutkan perjuangan untuk merdeka mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan sekarang adalah tugas kita-kita untuk memperjuangankan kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan mestinya kita tidak menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan yang telah memulai perjuangan ini.

Mengingat pahlawan dan melanjutkan perjuangan merupakan hal yang wajib kita lakukan dan semestinya dilakukan sebagai generasi penerus bangsa. Di ITB dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan selain dilakukan upacara bendera khusus untuk mahasiswa baru juga menjadikan tanggal 18 Agustus sebagai hari berbatik seITB.

Menurut saya, dan buat pembaca semuanya, batik ibarat ikon dari indonesia. Jika orang tahu tentang batik maka akan terpikirkan batik. Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa, mesti kita hargai. Cara menghargainya yaitu dengan menggunakan batik. Walaupun saya terlihat seperti orang mau kondangan tapi saya bangga menggunakan batik karena batik itu asli Indonesia.

Mari mencintai indonesia dengan cinta yang sesungguhnya!!!