Endangered Languages Project

Belum lama saya mencari informasi terkait bahasa-bahasa yang terancam punah, Google baru-baru ini melunjurkan proyek baru dengan lembaga bahasa dari beberapa universitas untuk mencoba melestarikan bahasa-bahasa yang teracanam punah tersebut.

Ada jutaan bahasa yang digunakan oleh manusia sekarang ini. Bayangkan saja, di Indonesia sendiri saja ada banyak mulai dari Sabang hingga Merauke. Salah satu kisah menarik adalah kepunahan salah satu bahasa di India lebih tepatnya di Kepulauan Andaman. Aka-Bo adalah nama bahasa tersebut. Penutur bahasa terakhirnya adalah Boa Sr. Beliau meninggal pada Januari 2010. Dengan meninggalnya beliau, maka bahasa Aka-bo dapat dikatakan telah punah, dan sudah tidak ada lagi penuturnya di dunia ini. Cerita lengkapnya dapat di baca di sini.

UNESCO membagi status bahasa menjadi empat macam seperti yaitu Vulnerable,  Definitely endangered, Severely enangered, dan Critically endangered.

Berikut penjelasan untuk masing-masing status :

1. Vulnerable : Anak-anak masih menuturkan bahasa tersebut tapi dalam wilayah terbatas (contohnya : hanya di lingkungan rumah).

2. Definitely endangered : Anak-anak tidak lagi menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa ibu di rumah.

3. Severely endangered : Bahasa tersebut hanya dituturkan oleh generasi tua. Orang tua mungkin tahu, tapi tidak menuturkannya dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan anak-anak atau dengan sesamanya.

4. Critically endangered : Penuturnya hanya generasi tua dan itupun jarang digunakan.

Baca lebih lanjut

Iklan