Obrolan dengan orang asing

Orang asing yang saya maksud adalah “stranger” dalam bahasa Inggris. Saya pakai frase orang asing karena frasa “orang yang tak dikenal” itu sangat panjang sebagai judul. Tapi anyway, orang asing yang saya maksud adalah orang yang tidak dikenal, ingat yah.

Saat berpergian di Indonesia, kita sering tanpa sengaja duduk disamping orang yang tidak kita kenal, yang kebetulan mereka satu tujuan dengan kita dan nomor kursinya disamping kursi kita. Kombinasi perjalanan yang panjang dan sifat orang Indonesia yang suka ngobrol, percakapan pun kerap terjadi dengan orang yang tak dikenal tersebut. Terlebih jika kursinya berhadap-hadapan seperti kursi kereta ekonomi.

Waktu saya kuliah, saya sering mudik menggunakan kereta dari Bandung ke Gombong. Saya pun sering diajak ngobrol dengan orang yang duduk di samping atau di depan saya. Obrolan umumnya dimulai dengan membahas pekerjaan masing-masing. Kemudian merambah ke hal yang lebih pribadi, seperti keluarga, dsb. Kadang kala, obrolan terkait politik pun menyerempet juga. Puanjaang!!

Dari obrolan-obrolan yang pernah saya alami, ada satu pola yang sama, yaitu tidak satu pun dari kami menanyakan nama masing-masing. Saya sendiri tidak tahu kenapa saya tidak menanyakan nama, tapi mungkin karena saya yang diajak ngobrol, saya cenderung menanyakan sesuai topik yang diangkat oleh pengajak ngobrol. Hmmm…

Jadi apa yang ingin saya sampaikan? Ini kecenderungan atau tidak, saya kurang tahu atua mungkin hanya terjadi dengan saya saja, saya hanya berhipotesis kalau “kadang orang kita sering ngobrol panjang dengan orang yang tidak dikenal bahkan sampai mengobrol hal-hal pribadi, tetapi tetap anonymous”. Luar biasa…

Pernah mengalami hal ini?