Membuat kata baru

Baca lebih lanjut

Iklan

Obrolan dengan orang asing

Orang asing yang saya maksud adalah “stranger” dalam bahasa Inggris. Saya pakai frase orang asing karena frasa “orang yang tak dikenal” itu sangat panjang sebagai judul. Tapi anyway, orang asing yang saya maksud adalah orang yang tidak dikenal, ingat yah.

Saat berpergian di Indonesia, kita sering tanpa sengaja duduk disamping orang yang tidak kita kenal, yang kebetulan mereka satu tujuan dengan kita dan nomor kursinya disamping kursi kita. Kombinasi perjalanan yang panjang dan sifat orang Indonesia yang suka ngobrol, percakapan pun kerap terjadi dengan orang yang tak dikenal tersebut. Terlebih jika kursinya berhadap-hadapan seperti kursi kereta ekonomi.

Waktu saya kuliah, saya sering mudik menggunakan kereta dari Bandung ke Gombong. Saya pun sering diajak ngobrol dengan orang yang duduk di samping atau di depan saya. Obrolan umumnya dimulai dengan membahas pekerjaan masing-masing. Kemudian merambah ke hal yang lebih pribadi, seperti keluarga, dsb. Kadang kala, obrolan terkait politik pun menyerempet juga. Puanjaang!!

Dari obrolan-obrolan yang pernah saya alami, ada satu pola yang sama, yaitu tidak satu pun dari kami menanyakan nama masing-masing. Saya sendiri tidak tahu kenapa saya tidak menanyakan nama, tapi mungkin karena saya yang diajak ngobrol, saya cenderung menanyakan sesuai topik yang diangkat oleh pengajak ngobrol. Hmmm…

Jadi apa yang ingin saya sampaikan? Ini kecenderungan atau tidak, saya kurang tahu atua mungkin hanya terjadi dengan saya saja, saya hanya berhipotesis kalau “kadang orang kita sering ngobrol panjang dengan orang yang tidak dikenal bahkan sampai mengobrol hal-hal pribadi, tetapi tetap anonymous”. Luar biasa…

Pernah mengalami hal ini?

 

Self-plagiarism

Self-plagiarism .. plagiarisme gitu? menggunakan ide/kata-kata sendiri plagiat kah? hmmm

Setelah sebelumnya saya berdiskusi tentang plagiarisme, kali ini saya akan membahas konsep yang mirip tapi pada dasarnya tidak sama, yaitu self-plagiarisme. Jika pada artikel sebelumnya kita bisa pahami bahwa plagiarisme adalah praktek menggunakan ide/karya orang lain lalu diklaim sebagai ide/karyanya sendiri (oxford dict). Jadi, self-plagiarism dapat diartikan sebagai praktek menggunakan ide kita sendiri lalu kita mengeklaim ide tersebut, mungkin kah ini? Heeeee… Aneh yah? Karena itu self-plagiarism itu tidak sama persis dengan plagiarisme yang pada umumnya terjadi. Lalu apa itu?

Untuk memahami self-plagiarism, kita perlu memahami dua hal kesepakatan/aturan pada suatu komunitas dan siapa pemegang hak cipta. Kesepakatan yang saya maksud misalnya, dalam komunitas riset, ketika orang menulis makalah yang berisi usulan ide barunya ke suatu konferensi, maka penulis dilarang mengusulkan ide yang sama persis ke konferensi yang berbeda. Hal ini karena ide hanya diusulkan sekali saja. Contoh lainnya, ada beberapa sekolah yang tidak mengizinkan siswanya untuk mengumpulkan PR yang sama untuk mata pelajaran yang berbeda. Pada komunitas dengan aturan-aturan seperti ini, jika kita menggunakan ide kita sendiri, kita bisa mendapatkan label self-plagiarism.

Yang terakhir adalah kepemilikan hak cipta (copyright). Dalam beberapa situasi, kadang saat penulis mengirimkan tulisannya, penulis tersebut bukanlah yang memegang hak cipta akan tulisannya, melainkan suatu lembaga/perusahaan. Contohnya, saat kita mempublikasikan makalah, penulis biasanya akan melakukan transfer hak cipta ke lembaga yang akan mempublikasikannya. Hal ini berarti ide yang ada pada tulisan tersebut hanya boleh dicetak/didistribusikan oleh sang pemengan hak, sehingga ketika ada sebagian ide/tulisan yang tercetak tidak melalui lembaga yang berhak, maka dapat dikatakan pemilik hak cipta dilanggar hak-nya. Oleh karena itu, orang mencetak secara ilegal tersebut dapat dituntut. Oleh karena itu, ketika penulis mengirimkan tulisan dengan ide yang sama ke lembaga lain setelah lembaga sebelumnya memiliki hak cipta, sang penulis dapat dikatan sebagai self-plagiarism.

So, pada dasarnya adalah, biasakan ketika mengirimkan tulisan/makalah ke satu tempat saja. Dahhhhh!!!

Telegram

Tahu kan telegram? Untuk anak-anak generasi 90-an, mereka umumnya tahu arti telegram. Bukan, bukan aplikasi pesan itu. Telegram itu adalah “pesan yang dikirimkan melalui telegraf”. Telegraf sendiri menggunakan kawat untuk mengirimkan pesan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Pada zamannya (sebelum 2008 mungkin), telegraf adalah cara yang paling cepat mengirimkan pesan ke tempat yang jauh, lebih cepat dari surat, burung merpati, atau ngantar suratnya langsung. Bahkan cara menulis telegram diajarkan di sekolah dan tentunya masuk dalam kurikulum bahasa Indonesia. Mungkin bagi yang pernah mempelajarinya ingat dengan singkatan “ttk” untuk mengekspresikan tanda “.”. Intinya untuk mengirimkan pesan dengan telegram, kita tidak bisa menulis panjang-panjang, jadi biasanya disingkat, kemudian kita hanya bisa menggunakan alfabet.

jon ttk selamat wisuda ttk

Untuk menggambarkan bagaimana ekspresinya, ya bayangkan seperti mengirimkan sms dengan batas 140 karakter atau ketika kita menulis status dengan twitter, dan kita hanya bisa menggunakan alfabet saja. Zaman dahulu, telegram itu hanya digunakan untuk mengirimkan pesan yang darurat dan sifatnya segera serta perlu dikirimkan jarak jauh. Di Indonesia sekarang mungkin tidak ada orang yang menggunakan telegram. Menurut berita ini, PT Telkom telah menyediakan layanan telegram selama 162 tahun, tetapi layanan ini kabarnya telah ditutup pada tahun 2010.

Kalau di Jepang, pesan telegram kaya apa yah? Lalu, kira-kira di Indonesia, pesan apa yang terakhir dikirim lewat telegram? Hmmm

Konfirmasi

Semua pasti pernah melihat gambar di atas bukan? Iya betul. Ilusi optik. (Sumber gambar: ini)

Ketika kita melihat kelompok garis yang paling atas, penglihatan kita menginformasikan ke otak kita bahwa, garis yang tengah itu lebih panjang. Namun, ketika kita coba ukur dengan seksama, ternyata ketiganya memiliki panjang yang sama. 

Ini merupakan contoh sederhana, bahwa ketika kita menerima suatu informasi, kita harus berpikir kembali dan mengkonfirmasi informasi tersebut. Sesuai dengan contoh di atas, mata kita memberi tahu ke otak kita bahwa garis tengah itu lebih panjang. Pada tahap ini, ketika kita tidak melakukan konfirmasi, maka selamanya kita akan mempercayai informasi yang salah. Akan tetapi, ketika seseorang yang menerima tersebut berusaha mencari bukti tambahan sebagai bentuk konfirmasi, dalam konteks ini, orang tersebut mengukur panjang garis tersebut, alhasil, orang tersebut dapat informasi yang benar. 

Tapi lucu yah, meskipun kita tahu itu panjangnya sama, mata kita tetep ngotot bilang yang tengah itu panjang. 

Menurut kbbi, konfirmasi diartikan sebagai: 

konfirmasi/kon·fir·ma·si/ n penegasan; pengesahan; pembenaran: belum ada — tentang kebenaran berita jatuhnya pesawat terbang itu;

Jadi berhati-hatilah! Bye-byeeee!

Jeblugan

Saat puasa-puasa dulu, selain petasan, ada satu lagi yang sering dimainin yaitu “Jeblugan”. Jeblugan – begitulah orang-orang tempat saya menyebut benda ini. “Jeblug”  berarti meletus, tapi biasanya orang akan membaca “njeblug”. Mungkin benda ini memiliki nama lain di tempat yang lain. Kalau istilah dalam bahasa Indonesia namanya meriam bambu.

Jeblugan ini seperti meriam dan terbuat dari bambu. Biasanya bambu yang digunakan bambu yang besar dan memiliki kulit yang tebal serta diameter yang lebar, yaitu bambu petung (pring petung). Ukurannya mungkin sekitar 1-1,5 meter. Bambu di lubangi dari mulutnya sampai belakang, dengan tetap mempertahankan sisi yang paling belakang, sehingga bambu tidak tembus dari depan sampai belakang. Sehingga bambu ini seperti tabung tak bertutup tapi beralas.

Pada bagian yang tertutup, bambu dilubangi pada bagian sisinya. Tidak perlu lebar-lebar, mungkin sekitar 3 cm-an kali. Setelah itu, bambu diposisikan miring sehingga sisi yang berlubang berada lebih tinggi dibandingkan yang tertutup. Lalu, isikan minyak tanah secukupnya. Untuk memainkannya cukup masukan pemantik ke lubah kecil yang 3 cm tadi. Kombinasi uap minyak tanah yang panas dan api ini lah yang menyebabkan suara ledakan.

Catatan: permainan ini cukup berbahaya dan sebaiknya didampingi oleh orang dewasa serta saya tidak menyarankan untuk memainkan permainan ini. Saya sendiri pernah main sekali seumur hidup dan itupun dengan pengawasan orang tua.

permainan_meriam_bambu_28229

Sumber: Wikipedia

Saya sendiri penasaran sejarah permainan ini dan darimana asalnya. Untuk memainkannya sendiri membutuhkan produk dari minyak bumi, itu artinya permainan ini ada setelah orang Indonesia kenal dengan minyak bumi, mungkin. Kalau dari wikipedia di atas, katanya abad 6, tetapi tidak ada sumber yang valid terkait dengan klaim ini. Jadi meh :/, saya belum percaya.

Ingat, kita harus hati-hati ketika menerima informasi.

Kutipan

Ketika kita menulis, kita sering menggunakan meminjam ide dari orang lain. Dalam aturan menulis, saat meminjam ide pun ada aturannya. Ini berarti kita tidak bisa menggunakan ide orang lain seenaknya. Umumnya, kita akan meminjam ide orang lain sebagai kutipan. Menurut KBBI, kutipan didefinisikan sebagai:

kutipan/ku·tip·an/ n 1 pungutan; petikan; nukilan; sitat; 2 Ling pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri;

Ketika kita meminjam ide orang lain tanpa izin, dalam hal ini tanpa melalui kutipan, itu bisa masuk sebagai kasus plagiarisme. Lalu apa keuntungannya mengutip? Kurang lebih berikut ini keuntungannya:

  1. Menghargai orang yang memiliki ide tersebut: mengutip berarti memberitahu pembaca dari mana ide itu berasal.
  2. Lepas tanggung jawab dari ide yang dikutip: kita tidak bertanggung jawab terhadap ide yang dikutip, meskipun kevalidan tulisan kita menjadi dipertanyakan ketika ada kutipan yang tidak benar/tidak valid. Misalnya: kita mengutip suatu ide sebagai argumen pendukung ide kita. Ketika ide tersebut tidak benar, hal itu berarti ide kita menjadi dipertanyakan kebenarannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam memilih sumber untuk dikutip.
  3. Menunjukkan bahwa kita paham akan topik yang ditulis: ketika kita mengutip dari orang lain, hal itu menandakan bahwa kita telah membaca tulisan orang lain dengan topik yang sama. Karena telah membaca ini, artinya kita bisa dibilang cukup paham.
  4. Bisa tahu letak ide kita terhadap orang lain: karena kita mengutip ide orang lain, ini berarti kita bisa paham posisi ide kita dibandingkan dengan orang lain.

Sekian!