Makan

Makan adalah aktivitas yang cukup sering dilakukan oleh manusia. Menurut KBBI, makan itu memiliki dua kemungkinan peran dalam suatu kalimat, yaitu kata benda dan kata kerja. Untuk makan sebagai kata kerja mungkin sudah umum, sedangkan sebagai kata benda juga cukup sering kita gunakan, tetapi saya baru sadar ternyata maknanya cukup luas, berikut adalah artinya (KBBI):

makan2/ma·kan/n tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yang disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani

Mungkin saya saja yang kurang gaul kali yah.

710px-nasi_kuning_ibu_sulastri

Sumber: Wikipedia

Masih tentang makan, saya pikir ada tiga macam tipe orang dilihat cari makannya. Cara makan, maksudnya bukan cara pakai sendok, tangan, pisau, atau garpu, tetapi cara mengurutkan apa yang dimakan. Singkatnya tipenya adalah:

  1. Orang yang makan apa yang ia senangi terlebih dahulu
  2. Orang yang makan tanpa mempertimbangkan hal ini
  3. Orang yang makan apa yang ia tidak senangi dahulu

Kali ini saya akan bercerita teman saya, sebut saja Jojo. Jojo ini termasuk orang tipe ketiga. Dia akan menyisakan lauk yang ia senangi paling akhir, dan makan yang nggak disenanginya di awal. Menurutnya ada dua alasan yang mendasari hal ini:

  1. Ia tidak mau menyisakan makanan kecuali karena agama atau kesehatan. (Dalam satu piring nasi dan lauknya itu ada ratusan orang yang terlibat lho — menghargai mereka). 
  2. Lauk yang paling sukai adalah hadiah setelah berjuang menghabiskan makanan (makan itu work hard, hahaha).

Ada yang menarik dari si Jojo ini. Suatu waktu dia menerima makan, dan kebetulan dia senang dengan makanan itu. Akan tetapi, kulkasnya penuh saat itu dan secara level kesenangan, makanan dalam kulkas itu biasa saja. Setelah dia lihat tanggal kedaluwarsanya masih lama. Alhasil, disimpanlah makanan itu, karena sesuai dengan prinsipinya yaitu menghabiskan makanan yang kurang disenangi terlebih dahulu. Maka dia pun menyimpan makanan tersebut dan menunggunya hingga dia terpaksa memakannya.

Setelah beberapa minggu berlalu, dia pun kembali ingat tentang makanan itu. Dan kali ini ia tidak memiliki alasan untuk tidak menghabiskan makanan tersebut karena besoknya akan menjadi kedaluwarsa. Dia pun bercerita betapa girangnya dia saat itu. Hehe.

Apa lesson-learned-nya? Jangan menyisakan makanan apapun tipe makannya dan beli atau ambil makanan secukupnya sehingga tidak berakhir pada tempat sampah tanpa diproses melalui tubuh.

Bye bye!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s