Plagiarisme

Seiring berkembangnya Internet, semakin banyak jumlah konten yang dapat diakses. Akan tetapi kondisi ini kadang disalahgunakan oleh sebagian orang, misalnya saja plagiarisme. Kasus plagiarisme sendiri sempat menghebohkan Indonesia beberapa kali. Dan perlu diketahui pula, beberapa negara lain juga sempat dibuat heboh dengan kasus tersebut, Jerman misalnya.
Jadi apa sih plagiarisme itu? Karena plagiarisme sendiri adalah serapan dari bahasa Inggris (aslinya plagiarism), saya menggunakan definisi plagiarisme dari kamus bahasa Inggris yaitu plagiarism is “the practice of taking someone else’s work or ideas and passing them off as one’s own”. Berdasarkan definisi tersebut, plagiarisme itu memiliki dua kriteria yang harus dipenuhi yaitu:
  1. mengambil karya/ide orang lain
  2. mengklaim karya/ide tersebut sebagai karya/idenya.
Karya dalam hal ini dapat berarti luas, bisa itu tulisan, gambar, desain, atau yang lain. Selain itu, tidak ada pengkhususan bahwa plagiarisme itu hanya terjadi di lingkungan akademik saja.
Meskipun sekilas definisi plagiarisme di atas itu cukup jelas, pada kenyataanya menentukan apakah suatu karya itu adalah hasil dari plagiarisme atau bukan itu tidak mudah. Pada artikel ini, saya akan berusaha mendiskusikan beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya menentukan apakah suatu karya itu hasil dari plagiarisme atau bukan. Supaya lebih mudah, saya mengambil contoh kasus plagiarisme pada teks/tulisan. Oke, berikut ini faktor-faktornya:
  1. Level derajat kesamaan
Cara yang umum untuk menentukan apakah sebuah tulisan itu adalah hasil plagiarisme atau bukan, ya dengan membandingkan tulisan tersebut dengan yang lain. Pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar persamaan suatu tulisan dengan tulisan yang lain agar tulisan tersebut dapat dikatan sebagai hasil dari plagiarisme. Apakah 1 kalimat? 2 kalimat? 1 paragraf? atau 80% katanya sama?
Catatan candaan: untuk plagiarisme pada tulisan, kita mungkin saja membatasi ide itu unitnya adalah 1 kata. Jadi ketika kita menulis, tulisan kita bisa jadi disebut hasil plagiarisme ketika menggunakan kata-kata yang sudah ada (sudah digunakan oleh orang terdahulu). Oleh sebab itu, supaya tulisan kita orisinal, ya kita harus menciptakan kata baru. Hahaha
  1. Common knowledge (pengetahuan umum?)
Dalam suatu kelompok, tentu ada hal-hal/pengetahuan yang bersifat umum dan diketahui hampir oleh seluruh anggota kelompok tersebut. Pada prakteknya, pengetahuan tersebut ketika digunakan kembali tidak termasuk dalam plagiarisme. Misalnya, ketika dua orang menuliskan fakta: “matahari terbit dari arah timur”, salah satu dari mereka tidak dapat dikatakan sebagai plagiat. Hal ini karena, hampir semua orang paham bahwa mahari tersebit itu dari arah timur. Lalu apa masalahnya? pengetahuan ini sifatnya relatif antar komunitas dan sulit mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan yang masuk dalam kategori ini.
  1. Aturan main

Aturan main di sini adalah lebih ke teknis penulisan. Apakah tulisan tersebut sesuai format atau tidak. Bisa saja seorang penulis menyebutkan sumber dari informasi yang digunakannya kembali, tetapi ketika penulis tersebut salah format, misalnya harusnya berupa kutipan tetapi tidak dikutip, jika ini terjadi di lingkungan akademik dalam publikasi ilmiah, tulisannya tersebut bisa saja disebut sebagai hasil dari plagiarisme.

Dari ketiga faktor tersebut, faktor nomor 1 dan 2 adalah yang cukup abu-abu alias sulit ditentukan batasnya. Hal ini lah yang membuat penentuan apakah suatu karya hasil dari plagiat atau bukan itu sulit. Oleh karena itu, pada umumnya para ahli lah yang akan menentukan keputusan tersebut, meskipun telah ada banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menghitung kesamaan suatu tulisan.
Waaaah. Ngantuk ternyata. Mungkin dilain waktu saya coba terangkan lebih detil faktor tersebut dan mungkin hal penting lain plagiarisme juga.
Iklan

2 thoughts on “Plagiarisme

  1. Ping-balik: Kutipan « 夏の夢

  2. Ping-balik: Self-plagiarism | 夏の夢

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s