Kamera – CCTV

Saat ini kamera telah menjadi bagian dari kehidupan manusia karena digunakan untuk mengabadikan peristiwa yang dialami manusia. Saat jalan-jalan, makan, wawancara, wisuda, atau peristiwa penting lainnya, para kamera akan sibuk dipencet-pencet oleh manusia. Sang manusia berharap untuk mengambadikan momen sebanyak-banyak, hingga membuatnya kebingungan setelahnya ketika memilah momen mana yang harus digunakan.

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, kamera pun mulai beranak-pinak sesuai dengan spesialisasi masing-masing. Ada kamera yang bisa dipakai dalam air, kamera segede dadu, kamera segede gaban, dan tak ketinggalan kamera yang digunakan untuk merekam gerak-gerik manusia (kamera pengawas) atau sering dikenal sebagai CCTV.

CCTV sering kita temua di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, toko-toko, bandara, stasiun, terminal, dsb. Orang memasang CCTV dengan berbagai macam tujuan, akan tetapi pada intinya adalah untuk pengawasan. Ada karakteristik yang menarik dari semua tempat yang dipasangi CCTV, yaitu selalu ada tanda yang mewanti-wanti kalau ada kamera CCTV yang terpasang, misalnya “Perhatian, CCTV beroperasi 24 jam”. Saya sendiri pun penasaran dengan alasan pemasangan tulisan tersebut.

Setelah mencoba mencari tahu, saya kira “mungkin” ada tiga hal yang ingin dicapai dari pemasangan tersebut, yaitu:

  1. Pencegahan kejadian yang tidak diharapkan: intinya dengan orang mengetahui jikalau CCTV terpasang, orang yang hendak berbuat jahat akan mengurungkan niatnya tersebut. Ini merupakan solusi yang win-win mungkin yah.
  2. Pemberitahuan kepada orang bahwa CCTV merekamnya: setiap orang tentu punya hak untuk tahu jika akan ada atau ada CCTV yang merekamnya (semacam izin atau pemberitahuan).
  3. Bukti/pentunjuk ketika kejahatan terjadi: dengan direkamnya segala kejadian yang terjadi, ketika tindak kejahatan terjadi, rekaman CCTV dapat menjadi pentunjuk dan rekamannya pun dapat digunakan sebagai barang bukti.

Alasan kemungkinan kedua ini sebenarnya masih membingungkan bagi saya, karena ketidakkonsistenan dalam pemasangan tanda CCTV dan CCTV itu sendiri. Kadang tanda CCTV tersebut dipasang sebelum CCTV itu merekam, tapi tak jarang pula kita mendapati CCTV telah merekam kita ketika kita membaca tanda tersebut. Untuk gambaran, bisa dilihat ilustrasi di bawah berikut ini. Sorry kalau gambarnya jelek. meh :/

IMG_2157

Ada bedanya kah membaca sebelum dan membaca ketika sudah terekam CCTV? Tentu ada. Kurang lebih begini:

  1. Warning: ini istilah yang saya pakai untuk situasi ketika kita membaca CCTV sebelum direkam oleh CCTV. Dalam situasi ini, kita masih bisa menolak untuk direkam oleh CCTV, dengan cara tidak memasuki ruangan yang berkamera tersebut. Itu berarti kita masih memiliki hak pribadi untuk tidak direkam oleh CCTV.
  2. Notification: ini berarti kita mendapatkan pemberitahuan setelah CCTV sedang merekam kita. Ini berati kita tidak punya pilihan untuk menolak supaya tidak direkam, dan kita cukup tahu saja kalau kita sedang direkam oleh CCTV.

Beda kan?

Selain itu, saya juga masih penasaran dengan kemanjuran dari CCTV untuk mengurangi tindak kejahatan. Benarkah begitu? Memang telah ada riset yang dilakukan untuk menjawab hal ini, misalnya Priks et al, menyimpulkan kalau 25% tindak kejahatan menurun pada stasiun-stasiun di pusat kota Stockholm. Akan tetapi, kita tidak tahu pada tempat lainnya bukan? Selain itu, haruskah kita memasang CCTV pada semua tempat? Tentunya, tempat yang rawan tindak kejahatan dan yang tidak, akan memiliki pola yang berbeda ketika dipasangi CCTV. Dengan mengetahui informasi tersebut, kita bisa menentukan tempat seperti apa yang harus dipasang CCTV.

Terakhir, apakah Indonesia memiliki aturan terkait dengan pemasangan CCTV? Saya sendiri tidak tahu akan hal ini. Mungkin sebagian orang akan berpikir, untuk apa aturan tersebut? CCTV mungkin memiliki banyak manfaatnya, tetapi bukan berarti orang bebas melakukannya karena keberadaan CCTV tersebut bisa jadi menganggu hak orang lain atau bahkan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja CCTV digunakan untuk merekam yang tidak sebagaimana mestinya, seperti wilayah orang lain ikut terekam oleh kamera CCTV orang lain? Situasi ini seperti mengawasi wilayah orang lain, lalu bagaimana ketika pemilik wilayah tersebut tidak ingin ada CCTV yang merekam. Atau rekaman CCTV tersebut disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, aturan ini dibutuhkan untuk melindungi semua pihak. Ada yang tahu hal ini?