Bersabar Dalam Menerima Informasi

Hidup di era digital seperti sekarang ini mengesankan jarak secara fisik bukan merupakan suatu persoalan. Informasi dari ujung dunia manapun dapat segera kita peroleh dengan mudahnya, misalnya orang yang tinggal di Indonesia dapat segera tahu dalam hitungan detik bencana tsunami yang terjadi di Sendai, Jepang. Akan tetapi, agaknya arus informasi yang semakin deras ini membuat orang semakin mudah menyebarkan informasi tersebut. Padahal, kebenaran informasi tersebut belum lah benar adanya.

Menyebarkan informasi yang benar memang lah bermanfaat, terlebih ketika berita tersebut secara tepat diterima oleh orang yang membutuhkan. Tetapi, saat informasi yang disebarkan itu tidak benar, justru akan merugikan orang yang menjadi objek informasi itu.

Menurut saya, ada dua hal yang memotivasi orang untuk langsung menyebarkan informasi dengan cepat. Alasan pertama adalah orang yang menyebarkan merasa bahwa informasi tersebut sangat penting sehingga semakin banyak orang yang tahu, akan semakin baik. Kedua, ketika orang menyebarkan informasi baru secara cepat, akan menimbulkan citra bahwa sang penyebar tersebut lebih tahu dibanding orang sekitarnya, ibarat seorang ilmuan yang menemukan suatu penemuan baru, eureka!

Lalu, bagaimana kah sikap kita seharusnya supaya kita dapat menyebarkan informasi yang benar dan cepat?

Pertama, coba kita evaluasi, menilai kebenaran informasi tersebut dahulu, atau menyebarkan dahulu. Pasti nalar kita akan menjawab, menilai kebenenaran terlebih dahulu, baru menyebarkan. Itu artinya kebenaran suatu informasi itu adalah hal yang paling utama, baru setelah itu penyebarannya. Bagi orang yang beragama islam, tempatkan diri anda seperti seorang imam dalam menerima informasi (baca: hadis). Ideanya karena anda seorang imam, maka anda akan mengecek kebenaran informasinya dengan mengecek rawinya (periwayatnya). Ketika informasi tersebut benar, baru lah anda mendakwahkannya.

Kedua, kita harus selalu mengingat efek buruk dari penyebaran informasi yang tidak benar ini. Selain merugikan orang yang menjadi sasaran informasi yang salah ini, anda juga turut membantu orang yang membuat informasi ini. Itu artinya anda menjadi orang yang dimanfaatkan oleh orang lain, apesnya lagi dimanfaatkan untuk melakukan hal yang kurang baik, ditambah lagi anda melakukan sendiri secara suka rela. Terakhir, citra anda pun bisa ikut tercoreng ketika anda menyebarkan informasi yang salah, karena orang pun akan berasumsi bahwa informasi yang anda miliki itu kebanyakan salah. Oleh karena itu, pada dasar intinya, ketika ada menyebarkan berita yang salah, anda juga akan terkena imbasnya, meskipun anda meminta maaf di waktu kemudian.

Untuk lebih jelas efek negatif dari menyebarkan informasi yang salah ini, saya coba membandingkan aktivitas ini dengan fenomena “papa minta pulsa” atau saya singkat sebagai PMP. Semua orang pasti familiar dengan PMP ini. PMP dan informasi salah ini sebelas dua belas, mirip! Si pembuat informasi yang salah ini biasanya memiliki tujuan untuk mengambil manfaat dari situasi yang timbul saat sasaran informasi itu terkena imbas informasi tersebut. Seperti juga pembuat PMP, dia juga memiliki tujuan untuk mengeruk uang dari situasi kepanikan yang terjadi saat orang yang jadi sasaranya menerima PMP. Kemudian, posisi kita sendiri berada di tengah-tengah ini. Ketika kita dengan mudahnya menyebarkan informasi yang salah ini ke semua orang, secara langsung, kita seperti membantu dalang PMP ini. Pasti kita semua setuju kalau dalang PMP itu tidak baik, bukan?

Jadi bagaimana kita harus menyikapinya? Kuncinya adalah sabar. Sabar dalam konteks ini adalah menahan diri untuk tidak secara gampang membagikan informasi yang tidak jelas kebenarannya, dan bersabar dalam mengecek kebenaran informasi itu sendiri. Dan ketika kita ragu-ragu akan kebenaran informasi itu, lebih baik kita tidak menyebarkannya. Segenting apapun situasi yang ada dalam bayangan kita saat kita menerima informasi, kita harus bersabar dalam hal ini. Meskipun panik itu manusiawi, kebanyakan panik itu sia-sia dan mengakibatkan kekeruhan suasana.

Iklan

2 thoughts on “Bersabar Dalam Menerima Informasi

  1. Ping-balik: Jeblugan « 夏の夢

  2. Ping-balik: Konfirmasi « 夏の夢

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s