Kira-kira kapan yah “Gombong” itu muncul di buku pertama kali?


Pernah nggak sih penasaran, kapan suatu kata dipakai di buku untuk pertama kalinya? Misalnya gini nih, di dekat rumah saya, ada kecamatan namanya “Gombong”. Saat zaman Belanda dulu, daerah ini lumayan terkenal dan dijadikan basis pertahanan Belanda. Tentu, orang belanda saat ke Indonesia, mereka tidak hanya mengambil kekayaan Indonesia, tetapi juga melakukan studi. Terus yang menjadi rasa penasaran saya adalah studinya tentang apa yah?

Untuk mencari jawaban dari rasa ingin tahu saya ada banyak sekali caranya. Cara yang paling gampang, kumpulin semua buku yang ada, dan cari. Tapi sekarang kita nggak perlu melakukan hal itu untuk mencari tahu hal ini, mengingat sekarang kita sudah berada di zaman digital.

Saat ini salah satu perusahaan raksasa dunia di bidang IT sebut saja Google, memiliki proyek yang disebut dengan Google Books. Mungkin sebagian dari sudah ada yang tahu akan hal ini. Dari Google books ini, Google melakukan kalkulasi frekuensi kata yang terkandung di seluruh buku yang dimilikinya. Menariknya lagi, buku sendiri juga memiliki informasi waktu terbit yang juga dimanfaatkan untuk analisis lain yaitu lini waktu terhadap penggunaan suatu kata.

Bagi saya, informasi ini sangat menarik karena paling tidak kita bisa tahu pada periode tertentu seseorang atau seseuatu menjadi bahasa baik dikalangan akademisi atau khalayak umum. Sederhananya, kalau zaman sekarang menggunakan twitter, untuk memahami masa lampau kita juga bisa menggunakan buku. Berkaitan dengan frekuensi kata, saya yakin kalau frekuensi totalnya akan mengikuti hukum Zipf (kapan-kapan saya mungkin akan menulisanya, lengkapnya: https://en.wikipedia.org/wiki/Zipf%27s_law). Google juga tidak hanya menghitung frekuensi per kata saja melainkan frequensi N-gram-nya (cek disini, apa itu N-gram: https://en.wikipedia.org/wiki/N-gram). (Komen: luar biasa, itu ngitungnya saja sudah ribet, hal teknis). Singkatnya sebut saja Google N-gram.

Kembali ke pertanyaan awal, tentang Gombong (lihat gambar di bawah):

Screen Shot 2015-11-06 at 19.03.08

Gombong vs Sempor

Ordinat merupakan probabilitas dari kata yang dimaksud dan Axis adalah tahun. Jadi jawabannya sekitar tahun 1850 sepertinya. Berdasarkan informasi tersebut, kita juga bisa menggali buku-buku yang memuat kata tersebut. Contohnya saya ambil buku tahun 1887 dengan judul The armed strength of the Netherland and its Colony oleh Major J.K. Trotter R.A. Berikut saya sajikan kutipan frasanya: “The Boy School at Gombong: This Institution is intended for the training of boys who have no sufficient means of subsistence and who are provided for by the State Candidates for admission must be between the ages of seven and fourteen and must be physically sound They are educated and trained as soldiers and as a rule remain in the school till their 19th year when they are drafted into the Army under an engagement to serve ten years Well developed lads may be drafted into the Army in then 16th year and boy musicians in their 14th year The boys whilst at the school are not subject to military law but to special regulations A Captain of Infantry is Commandant of the School and the cadre consists of 83 rank and file.” Saya menduga itu tulisan tentang Secata Gombong.

Studi kasus berikutnya adalah terkait dengan isu hangat yang terjadi di masa lampau. Misalnya kita bandingkan presiden Indonesia dan bapak proklamator kita.

Screen Shot 2015-11-06 at 19.29.17

Mari kita bahas terlebih dahulu, untuk nama Pak Hatta, sepertinya tercampur-campur dengan kata asing yang bukan berasal dari Indonesia, sehingga kita bisa jumpai peluang untuk kata “hatta” tidaklah nol pada awal 1800-an. Sangatlah wajar kalau nama proklamator kita memiliki frekuensi yang tinggal pada tahun 1940-an karena memang tidak jauh dari detik-detik Indonesia merdeka. Untuk pak Soeharto seperti yang kita ketahui kalau beliau jadi presiden sekitar tahun 1967-1968 (lupa), maka sangat wajar kalau beliau jadi topik pembicaraan pada tahun tersebut. Begitu pula pada tahun 1997-2000 (lihat pak Soeharto dan pak Habibie meningkat).

Ini hanya iseng-iseng saja. Silakan dicoba, masih ada banyak analisis lain yang menarik saya rasa.

Iklan

5 thoughts on “Kira-kira kapan yah “Gombong” itu muncul di buku pertama kali?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s