Menanti Aral Penuh Kembali

Laut Aral, pernahkah Anda mendengar laut ini? Betul, laut Aral merupakan sebuah laut yang terletak di tengah padang pasir, layaknya oasis yang sangat luas yang terletak di antara dua negara yaitu Uzbekistan dan Kazakhstan. Menurut saya, Laut Aral adalah salah satu laut yang menarik. Menarik bukan karena terumbu karang atau yang lainnya akan tetapi menarik karena Laut tersebut merupakan dari sedikit laut yang terletak di tengah-tengah daratan. Jikalau kita biasa melihat dataran yang menjadi minoritas di tengah lautan, Laut Aral memiliki kondisi yang sebaliknya. Selain Laut Aral, ada Laut Kaspia yang terletak pula di tengah daratan.

Lokasi Laut Aral

Lokasi Laut Aral (Aljazeera)

Laut Aral merupakan laut yang hingga saat ini mengalami kekeringan karena kekurangan pasokan air. Hampir 90% airnya kini telah menghilang. Dahulu, di sekitar Laut Aral, industri andalannya adalah nelayan, sekitar 60.000 orang bergantung pada industri itu yang berada di kota Muynak, Uzbekistan dan Aralsk, Kazakhstan. Pada tahun 1960, produksi ikan sekitar 45 ribu ton dipanen. Tapi hasil panen ikan terus menurun dari tahun ketahun seiring berkurangnya air di Laut Aral.

AralSea1989 2014.jpg

Laut Aral (Kiri 1960, Kanan 2014) (Wikipedia CC Commons creative)

Aral Sea.gif

“Aral Sea” by NordNordWest – Own work using: NASA images Wikipedia Commons

Sungguh sedih melihat Laut ini mengering. Mengering laut tidak hanya mematikan industri perikanan yang ada tapi juga menimbulkan masalah kesehatan pula karena laut yang dulu berisi air sekarang berisi pasir dengan garam. Akibatnya tidak sedikit penduduk sekitar yang memiliki permasalahan dengan pernafasan.

Pertanyaan berikutnya adalah, apa penyebab bencana dari mengeringnya laut ini? Apakah karena kekeringan atau karena hal lain. Jawabannya adalah manusia sendiri dengan motif ekonominya.

Keberadaan Laut Aral sangat tergantung dari dua buah sungai yaitu Amu Darya dan Syr Darya (darya adalah sungai dari bahasa Turkmen). Sumber air daripada kedua sungai tersebut berasal dari Pegunungan Pamir dan Tien Shan dari gletser yang mencair. Amu Darya terbentang menyeberangi beberapa negara di Asia Tengah sana yaitu Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Sedangkan Syr Darya mulai dari Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, kemudian mengalir melalui Kazakhstan.

Aral map.png

Amu Darya dan Syr Darya

Ceritanya, pada masa Soviet dulu, sekitar tahun 1960 membangun Kanal Qarakarum. Kanal ini merupakan salah satu kanal utama di Turkmenistan. Sektor pertanian di negara tersebut sangat bergantung pada kanal ini terutama industri kapas. Dengan dibangunnya kanal ini, otomatis mengurangi aliran air yang mengalir di Amu Darya. Dengan mengurangnya pasokan air, secara otomatis mengakibatkan mengeringnya Laut Aral hingga saat ini.

Jika kita lihat sekarang, kedua sungai tersebut merupakan salah satu persoalan politis yang harus diselesaikan secara bersama oleh keenam negara. Kerakusan salah satu negara saja, bisa menjadi bencana bagi negara yang lain. Selain itu, banyak PLTA yang bergantung dari aliran sungai tersebut. Walaupun Soviet saat itu telah tahu dampak dari pembangunan kanal tersebut, tapi mereka tetap membangunnya kala itu. Sungguh pengorbanan yang begitu besar melihat dampak yang terjadi sekarang ini.

Saat ini, Laut Aral telah terbagi menjadi dua bagian, yaitu Laut Aral Utara dan Laut Aral Selatan. Pemerintah Kazakhstan dan PBB saat ini sedang berusaha menghidupkan kembali Laut Aral Utara. Sejauh ini, proyek tersebut berjalan dan menghasilkan hasil yang signifikan ditunjukkan dengan menambahnya air laut dan menurunnya tingkat keasinannya. Selain itu, industri perikanan pun mulai bergairah kembali di sekitar Laut Aral Utara. Usaha ini berhasil karena aliran sungai dari Syr Darya dialirkan khusus ke Laut Aral Utara saja. Untuk menyukseskan usaha tersebut, pemerintah Kazakhstan telah membangun sebuah bendungan yang memisahkan kedua laut tersebut.

Oh iya, isunya, eksplorasi minyak bumi pun akan dilaksanakan di daerah tersebut karena kabarnya terdapat cadangan minyak di daerah tersebut. Kabar tersebut terdengar dari Uzbekistan. Sekitar 500 ribu gas alam berhasil diambil. (Lihat: Aral Sea Gas)

Hingga saat ini, Uzbekistan belum terlihat tertarik untuk menambahkan air pada aliran sungai Amu Darya (Lihat: Uzbekistan dan Laut Aral). Semoga saja, di masa mendatang, keinginan tersebut muncul meskipun ada kabar terkait pengaliran air dari sungai lain yaitu Sungai Volga, Ob, dan Irtysh (sebelumnya sungai ini tidak mengalir sedikit pun ke Laut Aral). Meskipun terlihat mustahil untuk kembali ke kondisi awal, semoga saja suatu saat itu terjadi.

Entahlah, saya hanya berdoa, semoga Laut Aral Selatan dapat diselamatkan kembali. Mari kita tunggu kabar berikutnya. Pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian ini adalah seimbang. Sudah semestinya manusia harus bijak memanfaatkan sumber daya yang ada air salah satunya. Penggunaan besar-besaran, bisa berdampak yang besar terhadap lingkungan. Di ranah politik, sudah semestinya negara-negara bekerja sama dan mengedepankan kelestarian lingkungan (ini sepertinya sulit sekali). Pastinya, sustainability atau keberlanjutan.

Fakta: dulu Laut Aral merupakan danau terluas di dunia keempat. (walaupun dalam klasifikasi termasuk ke danau, akan tetapi karena air yang terdapat disana adalah air asin maka disebut juga laut. Danau karena kenyataanya air tersebut tidak terhubung dengan laut yang lainnya).

North Aral Sea 2000 and 2011.gif

Proses pengembalian Laut Aral Utara


Isu Laut Aral merupakan salah satu isu yang saya ikuti hingga saat ini. Saya mengikuti isu ini semenjak tahun 2009. Ada beberapa dokumentari yang cukup bagus melaporkan isu ini, antara lain:

[Kronologi mengeringnya Laut Aral]

[Liputan dari Study Group Turki dilengkapi dengan wawancara kepada komunitas lokal]

[Laporan BBC terkait hidupunya kembali aktivitas nelayan di sekitar Laut Aral dan upaya konservasinya]

[Liputan Aljazeera]


Want to visit:

merupakan sebuah kumpulan tulisan yang mendokumentasikan daftar tempat-tempat menarik yang ingin saya kunjungi suatu saat nanti.

Iklan

2 thoughts on “Menanti Aral Penuh Kembali

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s