Lagu-Lagu Lawas

Suatu waktu, saya pernah mengobrol dengan sahabat saya ketika kami dalam suatu perjalanan dalam kereta. Obrolan kami waktu itu seputar dengan lagu-lagu lawas masa lalu, sewaktu kami masih kecil. Kebetulan sahabat saya ini, punya pengetahuan lagu barat lawas yang cukup banyak. Hanya sedikit dari lagu-lagu yang ia sebutkan yang saya ketahui. Sisanya, saya nggak tahu sama sekali. Saat itu saya hanya bilang, wah saya tidak punya referensi atau pengetahuan lagu lawas – kalau nggak salah.

Nah, saat saya mengobrol dengan orang tua saya, tiba-tiba saya teringat beberapa lagu-lagu lawas yang cukup sering diputar oleh orang tua saya. Jadi deh, saya coba bercerita sedikit.

Jujur saya, hingga saat ini, saya adalah salah satu orang yang melopat dari dunia kaset ke mp3. Seumur hidup saya, saya belum pernah membeli yang namanya CD. Ada banyak alasan sebenarnya, salah satunya ya, karena orang tua saya tidak membeli CD. Berbeda diwaktu kaset masih populer, orang tua saya masih sempat membeli kaset-kaset penyanyi yang mungkin penyanyi favorit beliau. Saya ingat betul, terakhir kali membeli kaset, ya saat Ibu saya waktu itu beli kaset mba Teresa Teng. Dulu sering banget diputer pagi-pagi, disaat ibu saya mencuci baju (walaupun hanya saya jumpai saat hari minggu saja).

Saat memasuki masa CD, orang tua saya sudah tidak tahu lagi penyanyi-penyanyi yang baru muncul. Dan mungkin juga, sudah tidak terlalu tertarik dengan dengan lagu-lagu baru tersebut. Dan kala itu, keluarga kami mulai sibuk dengan peran masing-masing, karena keluarga kami telah berkembang menjadi keluarga yang cukup ramai.

Semalam sewaktu sahur, saya mencoba mengingat beberapa lagu. Sama sekali saya tidak bisa mengingatnya kecuali satu judul lagu yaitu “bis kota”. Ternyata ada beberapa lagu pula yang berjudul sama yaitu “bis kota” ketika saya coba mencari dengan mesin pencari. Sampai akhirnya saya menemukan sampul kaset ini:

ScannedImage-5

Ah, saya sangat familiar sekali dengan gambar itu. Dan ternyata lagunya bener, lagu itu. Saat saya mencoba mencari tahu, ternyata yang ini adalah versi tahun 1978 (12 tahun sebelum saya lahir). Bisa ditebak kan, tahun itu, ya saat orang tua saya masih remaja. Hahahhaha. 😀

Saya dulu seneng banget pas kaset diputer sampai di lagu ini. Alasannya hanya lirik yang sederhana dan mudah diimajinasikan. Paling tidak, saya tahu suasana bis kota saat itu di Surabaya. Terus ada satu lagi dari album itu yang menurut saya bagus yaitu musim bunga dan perjalanan.

Kalau untuk lagu perjalanan, liriknya lumayan sedih-sedih gimana gitu. Intinya seseorang yang sedang merantau dalam perjalanan, mengingat keluarga di rumah, dan menceritakan orang yang ditemui di perjalanannya. Sederhana dan penuh makna.

Mungkin seperti lagu bengawan solo, lagu-lagu yang menceritakan tempat, masyarakat, kadang memang enak untuk dinikmati. Dan liriknya terdengar polos apa adanya. Dan itu yang membuat lagu itu mungkin lebih mudah dinikmati (menurut saya). Hahaha, mungkin gara-gara itu, lagu-lagu country jadi punya kesan tersendiri.

Waktu terus berjalan. Dan setiap generasi pun ada masanya sendiri. Dan diwaktu itu kita berada. Masa-masa transisi kadang memiliki tempat khusus di hati masing-masing. 😀

Ah sudah ceritanya…

Selamat sahur! Bonus, ini lagunya lho:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s