Ramadhan Kali Kedua di Jepang

Hore lama nggak posting, akhirnya bisa posting juga.

Alhamdulillah, sekarang sudah masuk lagi bulan Ramadhan. Ramadhan tahun ini dan tahun sebelumnya memang agak sedikit beda, soalnya sudah beda tempat tinggal. Kadang sering orang penasaran gimana sih rasanya puasa di luar negeri. Biasanya sih poin yang menarik ada dua, pertama berapa lama berpuasa dan yang kedua bagaimana kegiatan di sana.

1. Panjang Puasa

Durasi puasa beberapa negara

Durasi puasa beberapa negara (huffington post)

Mantap kan, ada yang puasanya puanjang banget dan ada yang pendek. Semua tergantung di belahan bumi sebelah mana. Eh, ternyata nggak ada durasi untuk puasa Jepang. Kalau untuk Jepang sekarang, Subuh itu mulai 02:30 (kira2) dan Maghrib sekitar 19:00 (juga kira2). Berapa tuh? Ya intinya masih nggak sepanjang Eslandia. Mungkin yang paling cepet yang berada di belahan bumi selatan seperti di Falkland, atau itu, di bagian ekornya Amerika selatan ada Chili dan Argentina.

Kalau di tempat tinggal saya, saya lebih memilih untuk menunggu waktu sahur dan Subuh, baru kemudian tidur. Dengan begini, tidak perlu khawatir ketinggalan Sahur dan Subuh. Dan rasanya, banyak juga kawan-kawan yang menerapkan pola ini.

2. Kegiatan ramadhan

Karena orang islam termasuk minoritas di Jepang, secara otomatis suasana ramadhan tidak begitu terasa kental. Tidak seperti di Indonesia, Arab, Malaysia, atau Pakistan. Semua berjalan seperti biasa. Normalnya orang akan berkerja dari jam 09:00 sampai jam 17:00 atau umumnya lembur. Tak ada takjil, tak terdengar suara adzan dari luar, dan tentu jamaah tarawih tidak sebanyak di Indonesia.

Tapi walaupun begitu sebenarnya tidak terlalu sulit menjalankan Puasa di sini dibandingkan dengan negara sebelah yang memang dilarang (kabarnya, semoga tidak). Walaupun musim panas, cuaca di Tokyo tidak terlalu panas dan sering sekali hujan akhir-akhir ini. Meskipun saya suka terheran-heran, saat saya menggunakan jaket di Lab, ada kawan lab yang menyalakan kipas angin dan kepanasan. Hehehehe.

Untuk kegiatan tarawih, akhirnya di kampus diadakan juga. Jadi bisa tarawih bareng-bareng. Semoga semakin banyak yang bisa ikutan tarawih jamaah. Hikmahnya adalah banyak hal yang biasa dialami di Jepang dan nggak bisa dialami di Indonesia. Terlepas apakah hal tersebut menyenangkan atau tidak. Dan lagi-lagi, menyenangkan atau tidak bisa hasilnya relatif dari sisi mana kita melihatnya.

Buat yang mau gabung tarawih, biasanya tarawih dilaksanakan di Kampus Ookayama South building lt. 9. Waktunya habis isya (jam 21:00-21:40 JST).

Eh, ternyata lumayan juga ngabuburit sambil menulis asal-asalah di blog. Hehehehe. Selamat berpuasa, eh berbuka* ding.

*Buat yang sudah masuk waktu buka puasa.

Iklan

2 thoughts on “Ramadhan Kali Kedua di Jepang

  1. Ping-balik: Jeblugan « 夏の夢

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s