Tapi……

Hamparan luas terbentang

Biru, hijau, kuning, itulah warnanya

Entah siapa gerangan yang menata semua itu

Semilir angin berhembus menerpaku

Daun-daun begoyang walaupun tak ada musik yang mengiringi

Tak pelak daun-daunnya pun banyak beguguran

Merah, coklat, dan kuning, itulah warna daun yang berjatuhan

Daun pun berubah seiring bertambahnya hari

Seiring bertambahnya hari

Angin semakin kencang

Untuk kemudian angin pun mengendurkan tenaganya

Saat kencang, saat ia membantu pohon menyingkirkan daun tuanya

Saat lembut, membantu pohon menerbangkan serbuk sarinya

Tapi itu hanya terkaan yang dibuat manusia

Karena sesunggunya tak ada yang tahu kapan angin kencang akan tiba

Dan kapan angin akan membelai lembut permukaan bumi

Tak ada manusia yang tahu kapan daun itu jatuh

Karena memang bukan manusia

Yang memutuskan apakah daun itu harus jatuh atau tidak

Manusia hanya menjadi penonton dan penikmat semua itu

Untuk saat ini

Manusia hanya tahu waktu itu selalu berlalu

Semua akan berubah seiring berjalannya waktu

Diminta tidak diminta

Dikendaki tidak dikehendaki

Manusia hanyalah peminta

Dan hanya Sang Kuasalah yang menghendaki

Tak ada ciptaan yang paham akan dirinya

Karena hanyalah Sang Pencipta yang tahu betul akan dirinya

Tapi……

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s