Mitake-san, Momiji 2013

Momiji? Apa sih momiji? Hmm, momiji itu sebutan untuk pohon maple-nya jepang. Entah, di Indonesia ada pohon semacam ini atau tidak. Momiji ngapain? Lihat pohon? Ya, lihat pohon yang daunya sudah mulai berubah merah atau sudah mulai menguning. Memang tampak sederhana, tapi lumayan menyejukan mata bagi saya.

Tahun ini, saya untuk pertama kalinya mengikuti momiji bersama teman-teman dari PPI Tokodai. Sekitar 40 orangan, kami pergi ke arah 御岳山 (mitakesan). Perjalanan kami dimulai dari stasiun 武蔵溝ノ口 (Musashi mizonokuchi) ke stasiun 立川 (Tachikawa). Kemudian dari 立川 dilanjutkan ke stasiun 青梅 (Oome). Dan pemberhentian terakhir kami di stasiun 軍畑 (ikusabata). Kami menghabiskan sekitar 840-an yen untuk perjalanan ke sini.

Stasiun 軍畑, merupakan stasiun yang sangat kecil. Karena banyak orang yang turun, kami pun harus mengular mengantri menuju loket pintu keluar. Stasiun ini merupakan awal perjalanan kami menuju 御岳山.

Dari 軍畑, kami berjalan menyusuri pinggiran sungai Tama (多摩川). Di pinggiran sungai, banyak sekali pohon momiji. Sebagian ada yang sudah mulai merah dan sebagian lagi masih hijau. Penduduk di sini kebanyakan bertani dan banyak yang menjajakan hasil pertaniannya kepada para pengunjung. Ada sebagian yang membuka warung kejujuran di depan rumahnya.

Kami berjalan menuju tempat yang disebut dengan 御岳. Saya pikir kami akan naik hingga ujung gunung, eh, ternyata hanya di kakinya saja (mungkin). Ternyata, kalau ingin ke atas, kami harus menggunakan kereta kebel. Kami pun harus merogoh kocek kami lebih dalam untuk bisa naik ini sekitar 1000-2000 yen. Akhirnya banyak dari kami pun mengurungkan niat ini (termasuk saya). Dan sebagai gantinya, kami menyusuri sungai ini kembali.

Di 御岳, kami menikmati makan siang kami. Saya makan ikan goreng dan sayur jamworken (jamur, wortel, kentang–> masak sendiri ^.^)

Selesai makan, kami tak lupa untuk menunaikan sholat. Sholat selesai, foto-foto selesai, jalan-jalan selesai, dan akhirnya kami memutuskan pulang kembali ke Tokyo. Oh iya, kereta di sana lumayan lama nunggunya (mungkin paling banter 1 jam 3 kali). Oh iya, tempatnya rame bukan main dan banyak orang membawa kamera lho.

Eh, kalau dilihat-lihat, foto-foto yang kek gini lumayan cocok untuk latar kalendar kali ya? 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s