Mengejar S3, It is a Musk

Alhamdulillah, akhirnya bisa mengikuti acara midori untuk ke dua kalinya di S3. Entah kenapa judul kali ini ada banyak sekali s3. Pertama, lokasinya di South 3 (S3), pengisinya Kang Topan yang sedang mengejar S3, kemudian judul adalah mengejar S3. Nggak terlalu penting tampaknya untuk dibahas.

Ada yang tahun Musk? Bagi yang belum tahu, ini profil Kang Musk yang saya maksud: wiki. Silahkan dibaca sampai habis.

Sebelum ke kang Musk ini, mari bahas terlebih dahulu apa itu S3. (Doh, charger HP ketinggalan di Lab, nanti dilanjut lagi).

Apa itu S3?

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahualaihiwassalam dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah Shallallahualaihiwassalam menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani). Standardisasi

Berbicara tentang standardisasi, tentu menjadi seorang muslim sudah ada standar yang ditentukan oleh Allah. Dan kita semua tahu apa saja itu. Pertama Rukun Iman dan yang kedua Rukun Islam. Dari kedua hal tersebut kita tahu bagaimana bersikap kepada Allah, Rasul-Nya, Al-quran, dst. Standar yang penting yang harus dipegang sebagai seorang muslim adalah:

a. Memegang amalan wajib

b. Gemar melakukan sunnah

c. Gila Ilmu (hanya dengan ilmu kita tahu Ibadah kita benar atau tidak)

d. Wirid Al qur’an harian.

 

2. Spesialisasi

Tiap individu memiliki keunikan dan potensi yang mungkin berbeda dengan orang lain. Ada istilah comparative competitiveness (daya saing komparatif, intinya siapa yang lebih pandai, atau lebih hebat), kalau dalam islam justru kita sudah diajarkan untuk sampai contributive competitiveness (siapa yang lebih banyak kontribusinya untuk orang banyak). Singkatnya, percuma saja pandai, kalau tidak ada kontribusinya.

Berikut potongan hadist terkait:

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahualaihiwassalam dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt? ”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Selain itu, kita juga harus senantiasa bersyukur. Dari mana kita mulai bersyukur? Dari kondisi kita saat ini. Kita sadar bahwa apa yang terjadi saat ini adalah telah menjadi takdir yang ditetapkan oleh Allah untuk kita. Dengan bersyukur, niscaya Allah akan selalu menambahkan nikmat untuk kita. Dengan begini, kita akan selalu terdorong untuk selalu istiqomah dan profesionalisme menjalankan apa yang diamanahkan kepada kita.

Mendengar kata spesialisasi, saya pun selalu ingat dengan pertanyaan yang pernah ditanyakan beberapa tahun silam. Intinya adalah amalan apa yang menjadi andalan saya? Dari sini kita tahu, bahwa setiap muslim harus memiliki amalan yang menjadi spesialisasinya. Dan mari mulai dari saat ini kita mulai membangun hal tersebut.

 

3. Sinergi

S terakhir adalah Sinergi. Intinya adalah kita harus dapat berkolaborasi dengan orang lain agar kebermanfaatan sesuatu menjadi semakin besar. Selain kemampuan berkolaborasi, juga kemampuan untuk menyatukan beberapa orang untuk bersinergi juga penting.

Satu poin terakhir yang disampaikan kang Topan terkait sinergi adalah sekarang ini kita kurang sekali mengapresiasi terhadap keberhasilan seseorang. Saya setuju dengan hal ini. Saya jadi teringat waktu saya ada acara Temu Etoser Nasional yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa. Kami yang memiliki latar belakang berbeda dikumpulkan menjadi satu dan berinteraksi selama 10 hari. Kami juga berlomba menampilkan kebolehan masing-masing kontingen dari daerah. Satu hal yang menarik adalah, tidak peduli penampilan kami buruk atau bagus, kami sama-sama mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

Sekian cerita tentang kajian tentang midori.

Oh iya, tentang Musk, saya sendiri geleng-geleng melihat profil orang tersebut. Intinya, orang tersebut adalah orang yang mampu mensinergikan berbagaimacam orang dan mampu bersinergi dengan bermacam-macam orang sehingga ada banyak sekali prestasinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s