Mata Saya yang Aneh, Tapi

Siang menjelang sore, saya berkesempatan untuk ke optik melawai. Ngapain? Nggak ngapa-ngapain, hanya mengantarkan kawan untuk periksa mata. Periksa mata itu pun bukan bertujuan untuk membeli kacamata. Alhamdulillah, mata kami masih sehat. 

Memang anomali-anomali kadang selalu muncul. Entah itu menjadi keunikan atau menjadi keanehan. Karena mumpung periksa mata gratis, tak ada salahnya saya untuk mencoba periksa mata untuk kedua kalinya. Dulu saya pernah periksa mata juga, hasilnya tentu bisa ditebak, minus kanan dan kiri. Sudah minus, nggak sama pula. Kanan lebih minus dari yang kiri. Tapi ya sudahlah, saya mencoba bertahan untuk tidak menggunakan kacamata. Alasannya hanya satu, untuk urusan melihat, alhamdulillah masih belum ada kendala. 

Sore ini, saya kembali melakukan pengecekan mata saya kembali. Hasilnya wow, minusnya nambah. Kok? Sedikit lebih gedhe untuk yang sebelah kanan (hmm, minus kok gedhe). Kalau hasil generate-an dari sistemnya sih, kanan -3.25, dan kiri -2.25. Lah kok balapan! Yo wes. 

Sesuai dugaan seperti pemeriksaan pertama, petugas pun menanyakan, “sudah pakai kacamata ya?”. Saya pun menjawab, belum kok. Ya karena masih jelas untuk melihat, itu alasan saya. Mendengar jawaban seperti itu saja, akhirnya mata saya pun dites kembali dengan mengggunakan alat yang menampilkan karakter kemudian saya diminta membacanya. Hore! saya pun membaca lancar dan benar, sampai untuk ukuran kalau minus kurang dari 1 (<-1). Sampai mas-nya pun bertanya, “ini maksa ya?” Mana maksa, wong saya juga bacanya instan saat itu juga. 

Akhirnya masnya pun menyimpulkan, mungkin matanya lelah. Hore! Alhamdulillah mata saya normal walapun tidak bisa dijadikan kesimpulan. Tapi itu yang terjadi dari hasil tes ke dua. Rasanya memang lebih akurat tes yang kedua sih, karena kawan saya pun dites dengan metode itu saja akhirnya di sebuah rumah sakit. 

Ngomong-ngomong aneh juga sih, masa dua kali periksa dengan alat itu, hasilnya begitu. Kelelahan? Waktu itu jelas masih pagi-pagi, belum kena komputer. Dan ini siang hari, saya sudah melihat komputer. Keduanya pun menghasilkan nilai yang tidak sama. Apa mata saya selalu kelelahan? Auh, kasihan. Tapi ada juga kemungkinan saya adalah kasus pencilan dari alat tersebut yang tidak dapat ter-cover.

Apapun itu, Alhamdulillah mata saya masih normal dan masih bisa melihat indahnya dunia. 🙂

Iklan

3 thoughts on “Mata Saya yang Aneh, Tapi

  1. sidik, blog mu isinya apa sih, berat banget loadingnya :D. Oia kamu ga ketangkep sama alexa sih -.- diapain?

    sehat kah? udah hampir setaun ya ga ngomong ama sidik .. 🙂

    cikun, titip salam buat jepang ^^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s