Downgrade HP

Cerita ini berawal dari kebosanan saya karena harus memegangi HP ketika mengisi baterai. Belum lagi saya harus menggulung-gulung kabel HP untuk memastikan bahwa kabel dengan HP tertancap dengan kuat. Dan sialnya, belum tentu ketika HP menampilkan tampilan “mengisi”, HP itu mengisi baterainya. Argghh, baiklah saya menyerah, dan akhirnya saya pun membeli HP baru.

Karena melakukan downgrade, saya tidak punya banyak pilihan yaitu samsung atau nokia. Dengan pertimbangan orang rumah merupakan pengguna nokia, akhirnya, saya pun memiliki nokia. Lumayan, ketika HP itu saya tinggal, HP-nya masih bermanfaat. 🙂

Nokia Cepe

Nokia Cepe

 Balik ke HP. HP baru saya ini (cie udah bisa beli HP baru), Nokia (Cepe) 100. Spesifikasi hampir miriplah dengan nokia 3310 dan keluarganya. Hanya ini lebih keren! Memory kontak lebih gedhe, memory sms juga lebih gedhe. Ringtone-nya luar biasa, lebih bagus dibanding dulu walaupun judulnya sama dan lebih banyak!

Memang untuk HP kelas ini, nokia selalu menyediakan fitur aneh-aneh. Katakan saja jam bicara dan lampu sorot. Tapi lumayanlah buat nyari duit di kolong tempat tidur (err, tempat tidurnya kagak berkolong).  Kalau jam bicara, lumayan, kalau subuh ada yang ngomong sekarang jam xxx. Haha.

HP ini cukup mendukung kegiatan berhemat pulsa. Boro-boro GPS, browser saja tidak ada, apalagi Whatsapp. Kalau baterai, kabarnya bisa standby sampai 35 hari (hemat listrik). SMS dan Telepon jadi jalur utama. Ini seru bin luar biasa!

HP ini ternyata menyediakan beberapa layanan tambahan yang bukan standar, seperti Life Tools. App ini dibuat supaya kita-kita yang ingin berlangganan harga bawang dapat terus update harganya lewat sms. Yang mau berlangganan tentang berita pendidikan dan tips kesehatan juga bisa. Dan yang mau update cuaca katanya juga bisa. Begitu pula untuk urusan entertainment. Saya sendiri sih enggan untuk mencoba. Takutnya nanti pulsa saya palah diporotin oleh pihak ketiga. Haha. Lagian tidak mendukung program penghematan. 🙂

Jangan salah, buat hiburan, HP sekelas ini juga menyediakan radio. Ah, saya lupa kelebihan HP ini, suara itu wow dan ringan. Kalau kaya jangkrik, suaranya itu gandang! Dan body-nya itu, kokoh seperti lempeng besi. Coba aja dipukul-pukul ditangan, getaran besinya pasti kerasa.

Fitur sisanya mah fitur standar, seperti Alarm, SMS, Telepon, Kontak, Call Register, Clock, Reminders, Extras (buat converter dll), dan Games. Nah, masalah Game ini yang agak sedikit kesel. Saya sendiri sih berharap ketemu Snake, Space Impact, Pairs, dan Bantumi, eh malah ketemu dengan Forbidden Treasure dan Vacation Solitaire. Forbidden Treasure nggak tertarik buat main sama sekali. Navigasinya agak susah sih, dan kalau jalan Health-nya berkurang. Err….

Kalau Vacation Solitaire ini seru! Serunya ini karena game-nya kadang tidak ada solusinya. Tips itu juga sering nggak salah. Bilangnya mungkin nggak ada solusi lagi, eh ternyata ada. Tapi bener juga yang mrogram itu game, bilang “mungkin”. Jadi nggak salah juga. Awal game ini juga dirandom nggak karuan, akibatnya, game-nya tidak memiliki solusi. Kalau sudah begini, yang ada adalah mulai game dari awal. Oh! padahal tinggal dikit lagi. Di bagian inilah serunya, saya harus bersabarm sabar, sabar, dan sabar. Pernah, waktu kondisi santai, selama 1 jam hanya menyelesaikan 1 saja, itupun setelah mengulang beberapa kali. Hmm, mungkin saya sendiri yang kemampuannya buruk paling. Saya sendiri pun sempat bertanya-tanya, si pembuat game ini pernah main game-nya nggak ya? Betapa susahnya ini game.

Jika orang umumnya upgrade HP, saya sendiri downgrade HP. Dari HP yang sedikit pintar, ke HP yang cukup nurut dan bisa hidup. Sebenarnya, kalau mau beli HP bagus, saya pun masih menimbang-nimbang. Balik lagi, apa sebenarnya saya butuh HP seperti itu atau tidak. Atau justru dengan HP upgrade-an yang baru ini saya jadi boros. Line, Whatsapp, saya sendiri belum merasa perlu untuk memilikinya. Toh kalaupun punya, komunikasi yang dilakukan jarang yang penting-penting. Social media, saya lebih cenderung pasif dan mengikuti lingkungan sekitar. Kebutuhan internet dapat saya lampiaskan lewat laptop, toh internet saya unlimited. Kalau begini kan enak, saya bisa komunikasi telepon dengan keluarga lebih lama (jatah pulsanya lebih longgar) dan lebih intensif. No Power Bank!

Terlepas fitur dan pertimbangan di atas, alhamdulillah, saya masih dapat membeli HP, punya HP, ngisi pulsa, dan merasakan nikmat punya HP baru. :p Haha, tapi kalau ada yang mau ngasih smartphone juga boleh! Hehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s