Pengecut yang Ingin Kenalan

Mungkin hampir setiap orang yang memiliki HP pernah mengalami hal ini.

Kenalan?

Iya, kenalan.

Pernah ditelepon orang ketika hendak diangkat kemudian diputus?

Atau miscall beberapa kali?

Ada orang tiba-tiba mengirim pesan “cp ya?” padahal kita sendiri baru mengenal nomor tersebut?

Ujung-ujungnya dia bertanya “boleh kenalan tidak?”, “ini cowo atau cewe?”

Kesal bukan? Dan memang tidak ada untungnya melayani orang seperti ini.

Belum lama, saya mengalami peristiwa ini. Urutan kejadian persis seperti di atas. Tapi sedikit berbeda.

Singkatnya, si pengagum (baca: pelaku/orang yang ingin kenalan) menelepon saya pagi hari. Seperti biasa saya angkat, tapi putus tiba-tiba (saya masih berprasangka baik, kalau saya telat menekan tombol). Ah, saya lihat, ternyata dia sudah menelepon saya dua kali, jadi telepon tersebut adalah kali ketiga dia menelpon. Karena tampak penting saya telepon itu orang, eh, dia memutus sambungan telepon saya (masih berprasangka baik, mungkin dia sibuk saat itu).

Eh, tiba-tiba ada sms masuk. bunyinya “cp y?”. Sontak saya pun sedikit kesal, dan saya balas dengan bahasa yang super formal sekali. Akhirnya dia mengaku dapat nomor saya dari sebuah sms undian, katanya kalau menang diminta menghubungi nomor saya. Diakhir sms, dia menanyakan saya cewe atau cowo. Saya membalas dan meminta dia meneruskan pesan tersebut ke HP saya berikut nomor pengirimnya. Saya juga memberikan info tambahan, tolong jangan dipercaya sms tersebut.

Akhirnya sms balasan pun tiba, dia memberikan nomor pengirim, tapi sayang sms-nya sudah dihapus. Di akhir pesan, dia menanyakan boleh kenalan tidak, ini cowo atau cewe.


Tanggapan:

Setelah menerima pesan terakhir dari pengagum, saya pun berkesimpulan, dia hanya ingin berkenalan dengan saya. Dia hanya mengarang cerita bahwa mendapatkan nomor saya dari sms undian. Rasanya memang janggal bukan, kenapa dia harus menelepon nomor saya, kalau bukti undian yang mengatakan bahwa dia menang dihapus. Dia bercerita kalau nomor yang pengirimnya juga sudah tidak bisa dihubungi. Selain itu, kalau itu sms benar terjadi, apa pula motif pengirim sms dengan memberikan nomor saya di sms-nya untuk konfirmasi hadiah kalau memang dia ingin menipu orang.

Dalam angan saya, saya yakin, ini tipe orang yang menelepon ke nomor asal hanya untuk kenalan saja. Seperti biasa kelakuannya, sehabis sms dia miscall, saat angkat atau ditelepon, dia mematikannya. Maunya cuma sms. Kalau nanti dibalas cewe, terus berlanjut ke kenalan  (kalau yang ngirim cowo),  atau sebaliknya. Ah, basi!

Tapi tetap, kalau mau kenalan, ya kenalan saja. Jawab saja jujur maksudnya apa. Kalau dilakukan dengan baik-baik, insyaAllah pasti ditanggapi dengan baik-baik juga. Kalau begini ceritanya, si pelaku sendiri tentu sudah dapat cap pengecut tidak peduli nantinya jadi kenal atau tidak.

Terlepas dari hal tersebut, berhati-hatilah terhadap atribut identitas yang kita miliki. Bisa jadi memang ada orang yang iseng-iseng memasukkan atribut identitas kita disana. Kalau begini ceritanya, kita sendiri kan yang namanya buruk.

 

 

Iklan

One thought on “Pengecut yang Ingin Kenalan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s