Duit-Duit Parkir Ilegal

Pernah kepikiran berapa pemasukan kota Bandung dari duit parkir? Katanya setiap tahun kota Bandung panen duit sekitar 8 miliar dari urusan parkir ini (cek disini yak: tribun). Banyak kan? Eh, saya sendiri baru tahu kalau gedung itu ada yang namanya IPTP (Izin Pengelolaan Tempat Parkir). Gedung yang nggak punya izin beginian kabarnya duit parkirnya nggak bisa diberikan ke pemerintah.  Di sini katanya kota Bandung rugi sekitar 89 jeti tiap bulan gara-gara parkir lho.

Di Bandung, tempat parkir sudah menjadi salah satu masalah yang mulai akut. Gimana nggak mulai akut, wong kalau bikin tempat usaha jarang ada yang mikirin nanti tempat parkir pengunjungganya gimana? Di ITB sendiri, keknya urusan tempat parkir udah berkali-kali disinggung.

Sedikit iseng-iseng tentang parkir, ternyata penentuan tarif parkir ditentukan berdasarkan beberapa kriteria yaitu: lama parkir di tempat tertentu, jenis kendaraan, frekuensi, dan biaya operasional. Di bagian khusus perda tentang parkir untuk kota Bandung ternyata tarifnya (sepeda motor) adalah 500 untuk 2 jam dan 500 setiap 1 jam berikutnya (baik tepi jalan umum ataupun lokasi khusus). Kalau mau langganan katanya sih hanya 15 rebu /bulan (lihat aturannya di sini). Tempat parkir kalau itu resmi dan agak mahal dikit sih nggak masalah karena toh uangnya akan masuk ke kas negara juga (yang semoga aja uangnya nanti nggak ikut dikorupsi).

Nah, yang jadi persoalan adalah parkir ilegal ini. Kelakuan parkir ilegal pun bermacam-macam. Dan yang paling mengherankan sebenarnya siapa sih yang menugaskan orang tersebut untuk menata parkir disitu? Baiklah, memang mau tidak mau, kadang kala keberadaanya sangat membantu, terutama dalam hal menata kendaraan, membantu proses parkir, dan menjaga (walaupun saya tidak tahu, kalau ada kehilangan nanti ikut tanggung jawab nggak ya?). Tapi kadang ada pula yang keberadaanya sama sekali tidak membantu. Sewaktu datang suasana tampak sepi (seperti tidak ada tukang parkirnya), tapi seketika hendak meninggalkan tempat, juru parkir dadakan pun muncul. Dengan cekatan biasanya akan menyentuh ujung jok belakang sepeda motor. Tapi kalau sudah nggak kena, ya pura-pura bantuin pengendara ke jalan raya (padahal nggak nyeberang jalang sama sekali). Dan akhirnya mau nggak mau pengendara pun memberikan uang ke tukang parkir tersebut.

Apapun itu, persoalan parkir ini rasanya perlu ditertibkan. Kalau merujuk data dari kompas:

Berdasarkan informasi dari Dishub, lanjutnya, di Kota Bandung terdapat 227 titik parkir. Namun, juru parkir yang ada terlalu banyak, yaitu sekitar 1.800 orang. Tidak semua juru parkir itu resmi petugas dari Dishub.

Tampaknya lebih banyak juru parkir ilegalnya dibandingkan dengan yang legal.

Hmm, tapi setelah dipikir-pikir, adanya suatu tempat usaha/kerumunan yang lupa memikirkan lokasi parkir, ternyata memiliki andil yang cukup besar terhadap pertumbuhan lokasi parkir ilegal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s