Ganti Nama Sebelum Lulus Sekolah

Beberapa hari setelah ujian kelulusan sekolah dasar, kami seperti biasa masuk sekolah. Pendaftaran SLTP masih beberapa minggu lagi, dan kami juga belum dinyatakan lulus dari sekolah dasar. Boro-boro ijazah, tanda tangan dan cap tiga jari pun belum.

Walaupun sudah tidak ada pelajaran, Ibu guru kami tercinta masih masuk ke kelas kami. Ada beberapa pengumuman yang cukup penting, salah satunya adalah kami dipersilahkan memeriksa nama kami dan membenarkannya jika terdapat kesalahan. Selain memeriksa nama, kami juga dipersilahkan untuk mengganti nama kami. Hmm, mungkin lebih tepatnya menambahkan kata pada nama kami. Seriusan ganti nama? Serius dong!

Maklum, kebanyakan kawan-kawan saya memiliki nama satu kata, misalnya saja: budiono, mushermawan, dan wahyudi. Hanya ada beberapa siswa yang memiliki nama beberapa kata, tapi sepertinya paling pol juga dua kata saja.

Ibu guru juga menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan terakhir kami untuk mengubah atau memperbaiki nama kami. Jika terdapat kesalahan dalam nama kami, kesalahan ini akan terus terbawa selamanya. Saya sendiri lupa, sehari, atau dua hari setelah itu kami diminta untuk mengumpulkan nama final kami. Setelah dipikir-pikir, keputusan untuk mengganti nama atau tidak merupakan keputusan terbesar pertama yang pernah saya lakukan. Karena hasil dari keputusan ini, mau tidak mau menentukan masa depan saya dan tentunya melekat terus pada diri saya.

Setelah pengumuman tersebut, saya dan teman-teman saya mulai mengarang-ngarang nama yang bagus dan cocok dipakai oleh kami. Tapi ada yang patut disyukuri, saat itu kami belum kenal dengan nama-nama artis barat, sehingga nama-nama yang kami tambahkan masih lumayan berbau Indonesia (nggak jauh-jauh dari artis/artis cilik Indonesia). Eh, tapi seru juga kali ya, nanti ada yang namanya Justin Paryadi, Cristina Paijah, atau Andrew Sutikno (maaf kalau ada yang namanya sama). Ah, dalam penentuan keputusan ini, kebanyakan dari kami enggan berkonsultasi dengan orang tua. Kebanyakan dari kami mungkin takut kalau keputusan penggantian nama tidak diizinkan. Saya sendiri juga mengatakan tawaran ganti nama setelah saya menunjukkan ijazah ke orang tua saya.

Bagaimana dengan kawan-kawan saya? Ya, saat hari pengumpulan nama, beberapa kawan-kawan saya memutuskan mengganti namanya. Misalnya saja, yang aslinya Wahyudi menjadi Diki Wahyudi. Ah, dan beberapa nama kawan saya sekarang mulai hilang dari ingatan saya.  Bagus kan? Sekarang sebagian sudah punya nama depan dan nama belakang. Tapi beberapa yang masih mempertahankan namanya juga ada. Hehehehe…

Yang cukup seru adalah ketika kami membawa pulang ijazah kami. Karena sebagian orang tua dari kawan-kawan saya tidak tahu kalau nama anaknya ganti. Ketika melihat nama di ijazah, sebagian orang tua terheran-heran karena nama anaknya berubah. Dan ketika dikonfirmasi ke si anak, ternyata memang si anak mengubah namanya. Hehehehe. Dan dengan polosnya sebagian yang mengubah namanya tadi mengatakan, “lah ngko nek wis SMP, kan ora enthuk diganti jenenge yong!”. Hehehe…

Pada akhirnya, mau tidak mau, orang tua kembali mengurus penggantian nama ke notaris tempat membuat akta kelahiran.

Bagaimana dengan nama saya? Saya sendiri memutuskan untuk tidak mengubah nama saya dan tidak pula membenarkannya (emang salah gitu nama saya?). Nama depan saya diberikan oleh kakek saya dan nama belakang saya diberikan oleh ayah saya. Walaupun beliau menuliskannya berbeda dengan orang-orang lain menuliskannya, saya sangat bahagia menerima nama ini.  Rasanya, saat itu, saya sendiri pun tidak tahu nama yang tepat untuk ditambahkan ke nama saya. Hehehe.

Akhir-akhir ini, saya sadar, ternyata Ibu guru hanya menawarkan penggantian nama ke angkatan kami saja. Karena angkatan setelahnya, termasuk angkatan adik saya, saya tidak lagi menjumpainya. Hehe. Lagian juga, nama anak sekarang kan udah panjang kek gerbong kereta. Ditambah nanti jadi kepanjangan. 🙂

Saya sendiri tidak dapat membayangkan ketika anak sekarang diminta mengganti namanya, takutnya nanti mereka palah mengganti namanya seperti nama sebagian anak muda sekarang di facebook. Hehehe…

Iklan

3 thoughts on “Ganti Nama Sebelum Lulus Sekolah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s