Pengambilan e-KTP di Kantor Kecamatan

Hari Selasa pekan lalu, saya pergi ke kantor kecamatan untuk mengambil e-KTP. Seperti perkiraan saya, kantor kecamatan telah ramai dipadati orang yang hendak mengambil e-KTP. Tapi memang kerumunannya tidak seramai seperti pembuatan e-KTP dulu. Untuk mengambil e-KTP, saya diharuskan membawa surat undangan pengambilan dan membawa KTP saya yang lama. Selanjutnya, surat dan KTP tersebut diserahkan ke petugas yang telah berjaga untuk selanjutnya diserahkan ke petugas yang bertugas mencari e-KTP dan memverifikasi e-KTP.

Akan tetapi situasi pun tiba-tiba berubah, hal ini disebabkan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait pendistribusian e-KTP. Kebijakan tersebut langsung diumumkan oleh pak Camat, yang kala itu memang baru saja kembali setelah rapat di Kantor Bupati. Pak Camat langsung mengumumkan, kurang lebih seperti ini isinya:

Pembagian e-KTP ini sangat merepotkan bagi petugas kecamatan. Dan kami melakukan pembagian ini tidak dibayar. Akibatnya, banyak kecamatan yang protes sehingga beberapa waktu lalu dikirimlah delegasi ke Jakarta. Kemudian pada hari ini dari pemerintah pusat menyampaikan bahwa pembagian e-KTP tidak lagi dilakukan di kantor kecamatan melainkan di desa masing-masing melalui pamong/perangkat desa. Di kecamatan hanya dilakukan pemilahan sesuai dengan untuk kemudian didistribusikan ke desa-desa.

Oleh karena itu, bagi yang memiliki saudara yang berada di luar kota, jika e-KTP-nya sudah jadi, silakan dikirimkan KTP yang lama (bisa diwakilkan kepada anggota keluarga yang lain). e-KTP langsung aktif dan tidak perlu lagi verifikasi sidik jari.

Setelah pengumuman tersebut, KTP dan surat undangan yang sudah masuk antrian pun dikembalikan kembali, dan para warga pun akhirnya kembali pulang tanpa membawa e-KTP (tinggal nunggu e-KTP di rumah). Berikut versi berita kebumen dan Pemerintah Kab. Jepara.

Karena esok hari saya harus kembali ke Bandung dan tidak mungkin pergi ke Bandung tanpa KTP, akhirnya saya mendesak petugas kecamatan untuk mencarikan e-KTP saya. Dan benar saja, selang 15 menit saya pun mendapatkan e-KTP.

Baiklah…

Pembagian e-KTP ribet? mungkin begitu yang dirasakan petugas kecamatan. Bagaimana tidak repot, lah, load kerja beliau-beliau kan jadi bertambah. Kalau mungkin biasanya yang mengambil KTP tiap hari hanya puluhan orang, tiba-tiba sekarang setiap hari ada ratusan KTP yang mesti dibagikan. Mungkin hal ini mengakibatkan banyak petugas kecamatan yang terkonsentrasi untuk membagian e-KTP. Dan sebagai dampaknya, beberapa pekerjaan rutin menjadi terhambat. *mungkin.

Kalau kata Bapak saya, dulu waktu bikin e-KTP kan ada banyak proyekan, disamping itu, banyak orang yang harus membuat KTP baru karena KTP lama belum ditandatangani oleh petugas catatan sipil. Jadi ada banyak proyekan. Lah, kalau pas ambil kan nggak ada. *nggak tahu juga hal ini.

Terlepas dari semua hal tersebut, menurut pendapat saya pribadi, verifikasi e-KTP itu cukup penting. Hal ini untuk menghindari adanya e-KTP rusak yang beredar. Karena tidak menutup kemungkinan ada kesalahan data yang disimpan dalam e-KTP. Contoh sederhananya, bisa jadi informasi sidik jari yang disimpan berbeda.

Iklan

4 thoughts on “Pengambilan e-KTP di Kantor Kecamatan

    • Pastinya San. Dan kita sendiri dapat itu kan dari pemerintah. Saya sendiri tidak dapat membayangkan kalau ada kasus tersebut. Kan nantinya e-KTP itu kegunaanya cukup luas dan pemerintah juga menyediakan layanannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s