Sebuah Kutipan Tentang Setia

Pagi ini, saya membaca bab Kesetiaan dari ‘Buku Pintar Akhlak’-nya Dr. Amr Khaled. Beliau menyampaikan, bahwa semakin setia semakin mulia seorang muslim. Teringat hadits ‘Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji’ (HR Ath Thabrani), iman kita tidak sempurna kecuali dengan sikap setia.

Pertama setia pada Allah!

Bagaimana mungkin kita ingkar dan membelakangi Dzat yang semua nikmat berasal dari-Nya? Untuk menjadi muslim yang setia pada Allah diperlukan

a) Iman kepada-Nya;

b) Mengikhlaskan amal untuk-Nya;

c)Mengamalkan perintah & meninggalkan larangan-Nya.


Kedua, setia kepada Rasulullaah saw. Jangan jadikan diri termasuk dalam kaum yang meninggalkan Al Quran (QS Al Furqan : 30).

Ketiga, setia pd manusia saat berinteraksi dg mereka. ‘Penuhilah janji tersebut, sebab janji tersebut akan ditanya’ (QS Al Isra : 34).

Keempat, setia pada orang yang baik padamu. Bahkan terhadap Abu Al Bukhturi yang kafir, seperti ditunjukkan oleh Rasulullah. Rasulullah memerintahkan, ‘Siapa yang berjumpa dengan Abu Al Bukhturi ibn Hisyam, jangan membunuhnya. Sebab, ia telah membela kita di Mekah dalam banyak hal.’

Kelima, setia pada orang yang dikenal dalam perjalanan hidup kita. ‘Janji yang paling berhak dipenuhi adalah yang dengannya kalian menghalalkan kemaluan mreka’ (HR Bukhari).

Peganglah panji setia dengan erat. Perbaiki apa yang tersisa, semoga Allah memperbaiki apa yang telah lewat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s