Google Drive, SkyDrive, dan Dropbox

24 April 2012, Google mengumumkan produk terbarunya yaitu Google Drive. Seiring dengan berkembangnya dan semakin tenarnya layanan File Hosting, tampaknya Google sendiri tidak mau ketinggalan rupanya.

Layanan seperti ini sudah saya nikmati kurang lebih 1,5 tahun (jika tak salah ingat) yang lalu. Saat itu, salah seorang teman saya menyarankan untuk menggunakan Dropbox. Cukup menarik menggunakan itu, walaupun pada saat itu saya telah menggunakan SkyDrive dari Microsoft. Perbedaanya, saat itu skydrive tidak bisa melakukan remote-upload.

Menurut saya pribadi, ketiga layanan yang dikeluarkan, masing-masing memiliki keunggulan. Tapi tetap pada dasarnya, ada empat hal utama yang ingin disuguhkan untuk pelanggan. Empat hal tersebut yaitu :

1. Online Back-up

2. Kemudahan berbagi File

3. Akses file dari berbagai macam device (alat)

4. Sinkronisasi File dari seluruh alat yang tertaut

Sebenarnya mungkin ada banyak layanan serupa, tapi karena ketiga layanan tersebut yang saya gunakan. Maka saya akan membandingkan ketiga hal tersebut.

Dari empat hal tersebut di atas, kesemuanya dapat ditemui pada ketika layanan File Hosting tersebut. Yup, dengan memanfaatkan File Hosting tersebut, kita tidak perlu lagi khawatir akan kehilangan dokumen karena komputer rusak atau hilang. Secara otomatis, dokumen-dokumen yang dimasukkan dalam folder aplikasi tersebut, akan juga berada pada server layanan tersebut. Jika kita menambahkan alat yang terhubung dengan dokumen kita pada Layanan tersebut, secara otomatis pula, dokumen tersebut akan ditambahkan ke komputer kita.

Masing-masing layanan memberikan cara berbagi file dengan seseorang dengan berbagai macam cara. Jika sebelumnya, kita sering menggunakan Google Docs sebagai alat bantu mengerjakan atau berbagi dokumen, hal tersebut masih dapat ditemui di SkyDrive dan Google Drive. Tentu tidak heran dengan kedua layanan tersebut karena, Microsoft memang miliki editor seperti Microsoft Word dan Google Drive memang seperti menggantikan Google Docs. Jika telah menggunakan Google Drive, secara magic Google Docs kita leyap, dan digantikan dengan Google Drive. Yah, kebetulan, tadi pagi (27 April 2012) baru bisa menggunakan Google Drive. Sayang sekali untuk layanan alat bantu penyuntingan online tidak disediakan oleh Dropbox. Namun, tetap, ketiganya masih memiliki kesamaan dalam berbagi file dan folder yang ingin dibagikan dengan orang lain. Secara otomatis, jika orang yang dibagikan dokumen dengan kita setuju, secara otomatis, orang tersebut akan memiliki dokumen seperti yang kita miliki juga.

Ketiganya menyediakan aplikasi yang siap dipasang diberbagai alat seperti komputer desktop, laptop, atau smartphone, sehingga memungkinkan dokumen tersinkronisasi di seluruh alat yang ingin dokumen kita berada. Jika kita mengubah dokumen pada salah satu alat, secara langsung akan dimutakhirkan ke seluruh alat yang ada. Dengan ini, ketiga layanan tersebut memungkinkan untuk remote-upload. Remote-upload artinya kita dapat mengungah dokumen kita tanpa harus melalui aplikasi yang di websitenya.

Sayang sekali, hanya SkyDrive yang menyediakan versioning gratis untuk dokumen. Sedangkan pada DropBox, kita harus membayar untuk bisa menikmati layanan ini.

Nah, masing-masing ternyata memiliki gayanya sendiri dalam meraih hati pengguna. Dropbox menggunakan istilah referral. Artinya, pengguna Dropbox dapat menikmati bonus layanan dengan mengundang teman-temanya untuk menggunakan Dropbox. Hal inilah yang menyebabkan Dropbox besar dari mulut kemulut. Bonus yang berhasil mengundang adalah Bonus ruang penyimpanan sebesar 500 MB. Dan bonus ini akan terus berlaku selama ruang penyimpanan (untuk layanan gratis) masih di bawah 16 GB.

Shortcut ke Dropbox, Google Drive, dan SkyDrive

Lain halnya dengan Google Drive, selain menawarkan editor seperti Google Docs, Google Drive juga langsung mengintegrasikan dengan Picasa untuk sharing foto Album. Tentu, fitur-fitur yang ditawarkan Picasa juga dapat dinikmati di sini.

Lain lagi dengan SkyDrive besutan Microsoft ini, SkyDrive juga menawarkan hal yang mirip dengan Google Drive (saya rasa mirip sekali), hanya saja untuk fitur berbagi foto tidak selengkap yang ditemui di Google Picasa. Tapi ada hal yang menarik yang dimiliki SkyDrive, yaitu pengguna dimungkinkan untuk mengunduh dokumennnya dalam format kompresi. Selain itu, Foto yang disimpan juga mudah untuk disebarkan ke berbagai macam jejaring sosial yang ada.

Hal terakhir yang terpenting bagi pengguna gratisan seperti saya adalah kapasitas ruang penyimpan dokumen. Dropbox hanya menyediakan ruang penyimpanan 2 GB sampai 16 GB (Jika berhasil referral). Google Drive menyediakan 5 GB dan bonus-bonus yang cukup menggiurkan jika berani membeli. Tenang saja, kapasitas Google Drive juga tidak akan berkurang jika dokumen kita diubah ke Google Docs seperti halnya kapasitas penyimpanan foto di Picasa yang tidak akan berkurang jika tidak melebihi batas limit yang ditetapkan Google. Kabarnya jika kita berniat membeli Google Drive, secara langsung kita juga akan mendapatkan tambahan kapasitas pada email yang semula hanya 10 GB. Tambahan tersebut juga dapat dinikmati pada Google Picasa. Lengkapnya bisa dibaca bagian terkait Google Menghitung Kuota atau dapat juga di baca di tautan terkait pembelian layanan Google Drive. Menarik bukan?

Ikon Kecil

Berbeda dengan kedua rekannya, SkyDrive menawakan 25 GB gratis untuk pengguna setia yang terdaftar sebelum tanggal 22 April 2012 (Jika tidak salah). 22 April 2012 adalah hari peluncuran SkyDrive app yang memungkinkan untuk melakukan remote-upload dan sinkronisasi file di piranti yang kita miliki. Sedangkan pengguna baru akan mendapatkan 7 GB ruang penyimpanan gratis. Hayo, buat yang memiliki akun sebelum itu, segeralah klaim bonus tersebut.

Pada akhirnya, karena bingung memilih yang mana, tidak ada salahnya saya manfaatkan ketiganya, toh kapasitas ruang penyimpanan di awan semakin bertambah. Bayangkan 25 GB gratis saya dapat, jika ditempat lain saya harus membayarnya. Ditambah dengan Google Drive 5 GB dan Dropbox yang hingga sekarang masih 3,5 GB. Jadi total saya memiliki 33,5 GB di awan. Saya kira lumayan untuk bekerja. Tinggal pembagian kerja untuk masing-masing aplikasi disesuaikan. Umumnya saya menggunakan SkyDrive untuk dokumen yang jarang saya bagikan dan tujuan utama untuk back-up. Saya menggunakan Google Drive kebanyakan untuk dokumen yang diolah dengan Google Docs dan semua dokumen-dokumen yang bersifat berbagi bersama. Saya menggunakan Dropbox untuk berbagi file dengan umum dan biasanya menyangkut pekerjaan dengan orang lain.

Ternyata panjang juga saya menulis, akhir tulisan, selamat mencoba dan membelinya jika tertarik. :p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s