Saat itu langit…

Saat itu langit masih kelabu dan jalan masih segar setelah semalaman disiram dengan air hujan. Tak ada awan sedikitpun yang menampakkan dirinya. Semua tampak sama dan rata, kelabu. Padanganku terbatasi dengan dinding yang berwarna putih tapi aku masih bisa mengintip kelabunya langit. Pagi itu, jam masih menunjukkan pukul 6. Sesekali terdengar orang-orang bercakap-cakap diluar memecah keheningan pagi. Pikiranku sendiri terbang menuju beberapa time line yang telah didikaitkan-kaitkan. Kali ini lebih dalam dari pada dalamnya air dalam cawan dengan kedalaman 10 cm. Tapi hal itu sirna sudah sekarang…..

Mohon abaikan beberapa tulisan di atas.

Hmm, langit kelabu….
Alhamdulillah, akhirnya bisa bertemu dengan bulan dzulhijah, dan bertemu dengan idul adha kembali. Idul Adha kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya(yalah, wong tiap tahun kan emang selalu beda). Semenjak SMP, sholat id di sekitar rumah merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan. Saat SMP, sholat id di halaman sekolah menjadi pilihan yang cukup tepat, begitupula dengan SMA. Begitu pula saat kuliah, tahun pertama sholat id di kompleks dekat asrama, tahun kedua di sekitar rumah bu lik. Tahun ketiga, alhamdulilah, diberi kesempatan menikmati keramaian sholat id di Kampus tetangga. Di penghujung tahun ini, akhirnya bisa sholat id di lingkungan kampus.

Hmm, kampus….
Berangkat sholat id ke kampus, suasana lengang bukan main, dan sesekali kendaraan lewat menyapa bak raja jalanan di pagi hari. Kampus pun begitu, sepi bukan main. Semua massa terkumpul di lapangan yang biasa digunakan untuk main basket, jalan, dan lapangan untuk tenda ketika ada acara. Saat sampai di sektiar lapangan, suguhan buku yang berisi teks khutbah pun diberikan oleh petugas yang tak dikenal. Orang datang mirip semua, kebanyakan berbaju putih aka pakai baju koko. Sajadah atau/dan koran ditangan kanan. Sampai di lapangan, ada sebagian orang yang ber-cat cit dengan kawan yang kebetulan bertemu atau sudah janjian sholat bersama. Ada juga yang langsung menggelar sajadahnya atau koran di lapangan. Tak lama ada yang mengambil foto dengan HP dan kemudian dilanjutkan bertakbir bersama dengan sesekali membaca isi khotbah yang akan dibacakan.

Hmmm, koran….
Ya, mungkin bisa dipastikan(mungkin=uncertain, pasti=certain) kebanyakan jamaah adalah mahasiswa. Mantapkan, melihat semangat pemuda dipagi itu. Sholat dimulai, Khotbah dibacakan, tak ada yang cukup menarik selain isi khotbahnya. Yang cukup menarik adalah sehabis sholat id. Jalan terisi manusia bak lautan yang akan tumpah ke daratan. Koran-koran bersliweran dilantai dan tempat sampah nampak kelaparan ingin memakan koran-koran tersebut. Tapi sayang, tempat sampah dengan segala keterbatasannnya, hal itu tidak mungkin dilakukan.

Hmmm, Tempat Sampah….
Untuk kesekian kalinya koran dicampakkan, dan tempat sampah tak diacuhkan. Tapi Bersyukur, ada sebagian orang yang masih ingat akan hal itu.
Note:
*setelah selesai baca, silakan definisikan atau tentukan judul sendiri. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s