Tifus itu Penyakit bukan Gejala

Lagi, hangat2nya temen2 saya membaca disclaimer program kalau mau instal, jadi ikutan bikin ah.

Disclaimer :

Tulisan ini hanya wujud berbagi saya, tentang pengalaman saya. Silakan anda percaya atau tidak tentang ini, dan hal ini yang terjadi pada diri saya. Satu lagi, saya bukan dokter, tapi saya orang yang open minded. Semoga kita bisa menjadi orang yang cerdas dalam menerima hal baru dan perubahan yang lebih baik. Ada bisa mengikuti apa yang saya lakukan, tapi saya tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi(pro, karena saya hanya berbagi, dan saya bukan dokter)  🙂

—- end of disclaimer —-

berikut ini tautan yang menjadi referensi saya ketika saya sakit : Tifus, tidak harus makan bubur.

Hmm, 2 hari yang lalu ceritanya saya sakit tifus benar. Tapi dari sakit tersebut, cukup banyak yang saya ketahui tentang sakit ini.

Penyebab :

Penyebabnya adalah bakteri tifus yang singgah dimakanan kita. Tapi bukan berarti kalau makanan kita mengandung ini kita langsung sakit. Hal ini karena secara natural tubuh kita akan melawan bakteri ini. Yang lebih penting, bagaimana kok si bakteri ini bisa masuk? Banyak media yang bisa menjadi penghantar bakteri ini, salah satunya tidak mencuci tangan sebelum makan atau lalat yang sering singgah dimakanan kita. Jadi yang perlu diperhatikan adalah cuci tangan anda dengan sabun sebelum makan dan pastikan makanan yang kita beli atau masak itu benar bersih.

Ciri-Ciri sakit ini :
Sakit tifus itu, tidak bisa langsung disimpulkan sakit tifus, tapi ternyata ada proses yang cukup panjang lho. Karakteristik sakit tifus adalah deman biasanya pada malam hari dan berlangsung selama seminggu. Hmm, jika siang hari penderita tifus akan terlihat sehat seperti biasa dan dapat beraktifitas normal. Jadi ceritanya kalau demamnya belum sampai seminggu, diobati sudah sembuh, artinya itu bukan sakit tifus. Nah, hal inilah yang sering dokter katakan dengan gejala tifus(karena gejalannya mirip tifus). Jadi artinya tidak ada sakit gejala tifus, tapi sakit tifus atau tidak. Kalau sakit tifus biasanya juga kita buang air besar tidak rutin. Nah, kalau habis dari dokter, kita juga akan disarankan untuk tes widal di Lab. Tapi isunya tes ini sudah tidak terlalu akurat untuk mendeteksi tifus. Zaman dulu(saat antibiotik belum berkembang), dokter ceritanya melakukan tes ini sebagai follow up sakit tifus. Karena tifus zaman dulu bisa sampai 1 bulan.
Tes widal adalah tes yang digunakan untuk mengetahui peningkatan titer(hmm, semacamam ukuran imunitas tubuh kita). Nah, setiap orang katanya bisa berbeda-beda ukuran titer, dan orang sehat juga bisa ada titernya(artinya titer+).  So, kalau mau tes tifus tidak katanya lebih baik menggunakan TUBEX TF(bisa di googling ini tes apa).  Oke, terlepas dari situ, selanjutnya adalah hal yang cukup menarik. Mending, tes trombosit untuk tahu, sakit demam berdarah atau tidak. Isunya sakit tifus dan DB sering berpasangan.

Perawatan :
Sakit tifus, pasti semua orang akan mengira, penderita sakit ini harus makan bubur selama beberapa waktu. Barulah nanti berlanjut makan nasi yang lembek, terus baru makan nasi keras. Tapi ternyata tidak lho, saya sudah membuktikannya.  Selama sakit tifus kemarin, saya memaksa orang di sekitar saya, agar saya bisa makan nasi biasa. Hmm, alhamdulillah, setelah 6 hari saya diberikan antibiotik, saya bisa aktifitas normal lagi. Jadi, intinya selama sakit tifus adalah istirahat total(alias bedrest) dan jangan terlalu banyak bergerak(biar nggak cepet demam).

Kalau makan, mending makan nasi. Secara logisnya, sakit tifus itu ada di usus halus, jadi semua makanan yang tadinya lunak atau keras setelah sampai disana katanya bentuknya sama saja(udah kek cairan gitu). Hanya yang perlu diperhatikan jangan terlalu banyak makan yang berselulosa(ini sayuran yang biasanya kalau kita buang air besar bentuknya masih sama). Selain itu, bebas makan apa saja. Ya, itulah pelajaran yang saya dapat dari sakit kemarin. Nah, jika setelah diberikan antibiotik, tapi anda belum sembuh sampai antibiotik habis, sebaiknya anda periksa lagi. Kemajuan seseorang yang sakit tifus ditunjukkan dari kondisi fisiknya.

Jika, ternyata anda sakit tifus, dan orang sekitar anda belum mengetahui hal ini, bersiaplah untuk ditertawakan dan dibilang mengada-ada. Terus, siapkan argumen terhebat sepanjang masa anda, agar anda bisa makan nasi. Hal itulah yang terjadi pada saya beberapa waktu lalu. Dan alhamdulillah, akhirnya argumen saya diterima.

Sekian berbagi kali ini. Semoga kita bisa menjaga kesehatan, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Cuci tangan pakai sabun, dan pastikan makanan kita bersih. Satu lagi, jangan kebanyakan begadang. 🙂

Ini sumber tentang tes widal : Tes widal.

Iklan

2 thoughts on “Tifus itu Penyakit bukan Gejala

  1. Sebenar bukan gejala tifus tapi tifus stadium awal, karena stadium awal tifus tidak terdeteksi dalam darah tapi dalam feses jadi begini pada tahap awal bakteri penyebab tifus hanya beredar dalam pencernaan pada tahapan berikutnya masuk ke pembuluh darah dan pada tahapan selanjutnya dapat di deteksi pada urine seharusnya yang di tes pertama kali adalah fesesnya agar tidak terjadi salah diagnosa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s