Mereka adalah pekerja keras dan pengejar mimpi.

Kerja keras dan mimpi.

Bulan Mei selalu menjadi bulan seleksi untuk calon penerima beastudi etos yang baru. Setiap tahun, untuk wilayah Bandung sendiri ada sekitar 350 pendaftar. Kalau ditotal secara nasional, ada sekitar 3500 pendaftar karena ada 10 daerah seleksi seluruh indonesia. Untuk tahun ini, kemungkinan jumlah pendaftar akan bertambah mengingat wilayah beastudi etos kembali bertambah, yaitu Banjarmasin dan Medan. Sedangkan peserta yang akan diterima, berkisar antara 15 untuk setiap wilayah. Ini berarti ada 12×15=180 mahasiswa.

Seleksi kali ini cukup berarti bagiku(*walaupun aku tidak mengikuti persiapan panitia kemarin), karena ini merupakan tahun terakhirku di Asrama. Itu artinya, kali ini aku mungkin menjadi panitia seleksi untuk yang terakhir kalinya. Melihat anak-anak baru yang penuh semangat, kadang membuatku iri. Iri karena mungkin aku sekarang, tak bisa sesemangat itu. Mereka tetap bersemangat untuk menyongsong masa depan mereka dan mereka selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Ketika aku mewawancarai mereka, mereka selalu menjawab kurang lebih seperti ini :

“Jika aku sudah bekerja keras dan berdoa, maka Aku yakin Allah akan mengabulkan keinginkanku karena Allah itu maha melihat, Allah melihat usaha hamba-Nya dan Allah tahu betul tentang hamba-Nya. Tapi jika ternyata hal itu belum terkabul, itu berarti usahaku belum maksimal menurut-Nya atau hal itu adalah yang terbaik saat ini untukku. Dan aku akan mencoba lagi di tahun depan dan tahun ini, aku isi dengan bekerja sehingga saat menjelang tahun depan aku bisa berkuliah dengan uangku sendiri.”

Dari jawaban mereka ini aku belajar bahwa bekerja keras dan berdoa itu adalah mutlak tapi kadang kita sering lupa untuk selalu berprasangka baik kepada Allah. Terkait prasangka, aku ingat sebuah ayat yang itinya adalah bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Kadang, kita melihat bahwa baik dan buruk yang kita terima selalu dari perspektif manusia, kita sering lupa untuk melihat dari sisi Allah itu sendiri, dengan mencoba memecahkan

‘Apakah maksud-Nya memberikan hal ini kepada kita?’

Perlu kita ketahui bahwa Allah itu lebih tahu diri kita bahkan dibandingkan diri kita sendiri mengetahui diri kita, seperti analogi, pencipta dan benda ciptaan, tentu penciptanya akan lebih tahu dibandingkan benda ciptaanya sendiri. Sampai Allah mengatakan, barang siapa yang mengetahui dirinya niscaya ia akan mengetahui Tuhannya. Bagi mereka, kerja keras dapat dianalogikan sebagai seseorang yang berlari mengelilingi lapangan. Kerja keras itu bukan seberapa banyak kamu mengelilingi lapangan tapi kerja keras adalah kondisi ketika kamu lari berkeliling sampai kau tidak mampu untuk lari lagi. Itulah kerja keras. Dan kesalahan kita adalah, kadang kita tidak pernah bertanya pada diri kita :

‘Apakah usaha kita ini sudah termasuk kerja keras?’.

Sehingga Allah pantas untuk mewujudkan permintaan kita.

Mereka bekerja keras untuk meraih satu mimpi yaitu kuliah. Ketika banyak orang di Indonesia berfikir bahwa, kuliah itu kecil  kemungkin untuk orang seperti kami karena kami tidak punya uang yang cukup untuk masuk ke PT. Tapi disini, kami adalah orang yang percaya bahwa pendidikan itu untuk setiap orang sehingga kami percaya, dan pasti kami dapat diterima kuliah di kampus yang terbaik di negeri ini. Kami adalah orang yang percaya bahwa ‘Orang miskin bisa kuliah’.

Sesekali diantara mereka mengatakan,

“Ka, aku kadang iri dengan teman-teman yang bisa kuliah tanpa memikirkan biaya”.

Dalam hati aku menjawab,

“Tahukah kamu, bahwa itulah indahnya menjadi kita, dengan hal ini Allah mengenalkan kita dengan sedikit kerja keras. Mungkin teman-teman yang lain, bisa langsung berkonsentrasi terhadap materi ujian. Alhamdulillah, kita disibukkan dengan bagaimana membiayai kuliah nanti-bagaimana meyakinkan orang tua bahwa kita bisa kuliah dan bagaimana tes masuk nanti? Karena kami tidak mungkin mengandalkan orang tua untuk membiayai kuliah(Jujur mungkin sebagian orang tua dari kami menginginkan jika kami lebih baik bekerja). Kebanyakan dari kami berfikir, cukup beban orang tua membiayai kami hingga kami SMA, dan untuk kuliah ini kami akan berusaha dengan usaha kami. Hanya kata terakhirlah itulah yang kami harap, bisa meyakinkan orang tua kami. Meyakinkan orang tua bukanlah hal yang mudah ternyata, karena ada beberapa orang tua dari kami yang tetap bersikukuh menolak rencana kami untuk kuliah, sampai tak ada pilihan lain yang dapat kami lakukan, kecuali diam-diam mengikuti seleksi masuk PT. Kami berharap, mereka dapat mendukung kami setelah kami diterima nanti.”

Suatu ketika aku berfikir bahwa, “Ada tidaknya uang itu adalah seperti katalis dalam reaksi kimia. Jika ada katalis, secara otomatis reaksi bisa berlangsung cepat, tapi jika tidak, reaksi akan berjalan lambat. Tapi tetap, pada akhirnya kedua reaksi ini akan sampai pada kesetimbangan yang sama atau state akhir yang sama. Parameter waktu, dapat dianalogikan dengan kesabaran. Bagi kami, mungkin kami hanya harus lebih sabar dalam meraih mimpi kami untuk berkuliah”.

Jadi pada kesimpulanya, kita semestinya tidak boleh merasa iri palahan mestinya kita bersyukur.

Kemudian aku bertanya, “Terus, apa motivasi kamu kuliah?”.

Kebanyakan dari mereka menjawab :

Aku ingin meraih mimpi, mencapai cita-citaku(secara global begitu jawaban mereka). Kalau mereka menjawab satu-satu, mereka akan menjawab, “Aku ingin menjadi dokter”, “Aku ingin menjadi engineer”, “Aku ingin menjadi ilmuwan”, dan profesi lainya.

Setelah mereka menjawab itu, kemudian aku kembali bertanya, “setelah kamu meraih mimpi, apa yang akan kamu lakukan?”.
Dan aku bersyukur mereka menjawab, :

“Aku ingin membahagiakan orang tuaku, kemudian aku ingin menolong masyarakat sekitarku”. Begitulah jawaban mereka, aku simpulkan. Dan ada jawaban kompak dari mereka, yaitu “kami ingin s2 dan s3 di luar negeri”.

Dalam hati aku mengatakan “wah, cita-cita mereka sungguh luar biasa, dan seketika itu aku menjuluki mereka sebagai perkerja keras dan pengejar mimpi”.
Di akhir wawancara, aku bergumam “Ya Allah mudahkan langkah mereka dan semoga semua yang mereka ingin capai tetap dalam rangka meraih ridha-Mu”.

Syukron,  telah mengingatkan aku dan secara tidak langsung membagikan sedikit perjalanmu kepadaku-peserta calon etoser untuk wilayah Bandung. 😀

Tetap, selalu bersyukur dengan nikmat dan amanah kuliah, karena ada banyak teman-teman kita di belahan dunia sana yang ingin berkuliah tapi belum diberikan kesempatan kuliah(Maaf agak klise). Semoga tetap istiqomah dalam kuliah ini.

Buktikan juga hasil kuliah kita, saat kita sudah lulus nanti dengan sebuah kontribusi nyata ke masyarakat. Karena mungkin kuliah kita akan sia-sia, jika setelah lulus kita masih tetap egois-masih berkutat dengan kebahagiaan keluarga sendiri, tapi tunjukkan bahwa setelah kuliah nanti kita bisa bermanfaat untuk masyarakat. Melakukan hal yang bermanfaat itu tidak harus sesuatu yang besar, tapi kalau ada kesempatan untuk melakukan hal yang besar jangan sampai kita sia-siakan.

Bagi yang bercita-cita jadi entrepreneur, jadilah entrepreneur yang membuka lowongan untuk orang Indonesia sebanyak-banyaknya.

Bagi yang bercita-cita menjadi pekerja(swasta/PNS), jadilah pekerja yang profesional yang mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya dan tetap menomor satukan kepentingan negeri ini dan umat.

Bagi yang bercita-cita turun di dunia politik, jadilah(anggota DPR, MPR, Presiden) politikus yang bersih dan amanah serta mementingkan umat dan bangsa ini.

Bagi yang bercita-cita menjadi akdemisi, jadilah akademisi yang profesional dan harumkan nama Indonesia di lembaga dimanapun bernaung.

Bagi yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, didiklah anak-anaknya nanti sehingga menjadi bibit unggul bangsa ini.

Ganbatte semuanya, buktikan kita bisa dan generasi kita lebih baik dari generasi pendahulu kita(*Arogansi generasi) setelah kita memandang dan berkomentar puas dengan generasi sebelum kita. Untuk Indonesia dan umat yang lebih baik.

Iklan

4 thoughts on “Mereka adalah pekerja keras dan pengejar mimpi.

  1. Terharu bacanya dik, terima kasih udah ngingetin aku untuk selalu kerja keras dan berdoa semaksimal mungkin serta harus berprasangka baik kepada Allah.
    Semoga memang kita bisa dapet kebahagiaan yang hakiki, setelah lulus atau kapanpun dan berbagi kepada masyarakat. 😀

  2. TULISAN YANG KEREN!!!! Adek!!!
    teteh juga banyak dapet pelaaran dari hasil wawancara kemarin..
    smoga mereka smua diberikan yang terbaik
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s