news anchor, susah juga ya?

Sabtu kemarin(*lihat tanggal posting, untuk tahu kapan hari sabtunya ), seperti biasa di asrama ada pembinaan bahasa inggris bersama kang adin. Kali ini ternyata topiknya adalah reading. Weh-weh, udah kebayang keknya ni mulut bakal menga-mengo ngomong bahasa inggris sebab banyak kosa kata yang baru yang masih belum familiar diucapkan. Walaupun sebenarnya komunikasi saat pembinaan juga pake bahasa inggris, tapi kata-kata yang diucapkan itu-itu aja yang cuma diinget. Kalau boleh dibilang kata-kata favorit yang jadi andalan :)).

Ternyata, reading kali ini, kang adin meminta untuk menjadi seperti seoarng news anchor. Akhirnya kami diminta berpasangan untuk menjadi seorang pembaca berita. Hmm, Kebetulan kebagian berita internasional tentang penembakan warga di Mesir saat unjuk rasa. Agar mirip dengan pembaca berita yang sebenarnya, sebelum memulai berita, kang adin memutar video pendek yang menampilkan pembukaan berita dari BBC. Weh, serasa menjadi penyiar BBC lho, walaupun hanya untuk sehari didepan teman-teman asrama tapi lumayan lah. Reading kali intinya adalah pelafalan kata-kata yang ada sesuai dan tentu sekaligus melatih telinga untuk mendengarkan orang indonesia ngomong bahasa inggris (*tapi yang ini agak maksa).

Kebetulan, pas nyari di youtube, ternyata ada videonya. Ini dia opening BBC yang aku maksud.

Kami mendapat kesempatan dua kali, kesempatan pertama pasti lebih buruk dari yang kedua (*hukum alam). Karena perlengkapannya nggak selengkap yang ada pada kantor berita beneran, jadi kami tidak bisa fokus menatap ke penonton melainkan fokus ke kertas teks berita. Nah, aku pikir disinilah tantangannya, yaitu untuk menjadi seorang pembaca berita secara otomatis,apapaun kondisinya, walaupun tidak ada teks yang lari-lari harus mampu melakukan penekanan dan pemenggalan informasi sehingga informasi dapat dimengerti oleh orang lain. Menurutku, pembaca berita memiliki misi terbesar, yaitu menyampaikan sebuah informasi dengan tidak ada misinterpretasi berita yang disampaikan sehingga tidak ada penafsiran yang berbeda oleh pendengar. Dan mungkin itu adalah kemampuan yang paling inti yang harus dimiliki oleh pembaca berita. Hal ini berarti, seorang pembaca berita harus paham apa yang akan disampaikannya apapun beritanya, baik itu politik. ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Nah, secara otomatis, pembaca berita didorong untuk tahu segalanya dan harus mampu belajar sesuatu dengan cepat. Jika pembaca berita tidak tahu banyak hal, kemungkinan untuk memahami suatu topik berita akan lama. Padahal, berita itu harus disampaikan cepat agar tidak basi atau keduluan dari stasiun TV yang lain. 🙂 Bagiku, kesusahan bertambah karena selain hal penting yang harus dimiliki yang sudah disebutkan sebelumnya, kadang ngomong di depan juga bisa membuat tubuh menggigil karena nerveous dan tentu butuh keberanian mental yang cukup tinggi lebih-lebih untuk menyampaikan berita dalam bahasa inggris.

Dedi dan Ian (duo FTTM)

Dedi (Et'08) dan Ian (Et'10) saat menjadi news anchor dadakan 🙂

Menyongsong bulan-bulan akhir di asrama. :))

Iklan

2 thoughts on “news anchor, susah juga ya?

    • Hooh teh. tapi itu ian lho. :p.
      Mungkin karena postur sama, dan kriwil rambutnya sama(*maaf buat kalian bedua) hehe. :p
      Lainkali pas lowong, ikutan aja teh… kemarin rame teh sebenarnya, karena sebenarnya ada yang berpura-pura jadi host. Terus ada yang jadi bintang tamu. Nah yang lucu, si susi dapat peran justin beiber, si dedi jadi fans-nya(Ketuker). :p kang adin jago ngacak kertasnya mungkin. 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s