Versi Berapakah Kamu? atau Masih Beta


versi 1.0Versioning umumnya dilakukan saat mengembangkan aplikasi atau perangkat lunak. Biasanya mulai dari rilis Alfa, Beta. Versi Alfa biasanya disebut ketika perangkat tersebut baru dibuat dan belum di uji coba secara publik, dan versi Beta tentu sudah dilempar ke user untuk mencobanya.

Terlepas dari hal itu, beberapa hari yang lalu saat kuliah Keamanan Informasi yang di sampaikan oleh pak Budi Raharjo, beliau berbagi pengalaman tentang dirinya dan perjalanan hidupnya selama ini. Ada satu yang menarik, dari dosen yang berpenampilan simpel dan anak muda habis, yaitu penggunaan metode versioning untuk menyatakan versi diri beliau. Aku sendiri sempat terheran-heran dan kagum karena belum terpikirkan untuk menggunakan metode ini.

Alasan beliau menggunakan metode ini antara lain karena kehidupan manusia itu dinamis. Kalau boleh ditambahkan mungkin seperti kehidupan perangkat lunak yang selalu di-develop. Bisa jadi seseorang satu tahun sebelumnya dengan satu tahun berikutnya tidak sama. Contoh mudahnya adalah begini, diriku sendiri, tahun sebelumnya pasti jelas-jelas berbeda dengan tahun ini. Jika di tahun sebelumnya mungkin aku masih kuliah tingkat 2 dan sekarang sudah tingkat 3. Nah, disini terjadi upgrading diri, dan pada kenyataanya aku tetaplah aku. Aku pikir metode ini cukup relevan untuk digunakan dan memang pada kenyataanya tidak masalah untuk digunakan.

Alasan lain yang beliau berikan, yaitu hal ini terkait dengan versi globalisasi dunia. Kata beliau, dalam buku The World is Flat karangan Thomas Friedman, disebutkan bahwa globalisasi ada tiga versi.

Pertama, Globalisation 1.0, era ini lebih identik dengan jajah menjajah, dan ada trend yang saat itu sangat diidamkan oleh setiap orang yaitu kewarganegaraan. Saat itu katanya orang mengidam-idamkan kewarganegaraan negara penjajah.

Kedual, Globalisation 2.0, era ini orang tidak lagi mementingkan kewarganegaraan, tapi banyak orang yang mengidam-idamkan untuk bekerja di perusahaan multilevel nasional. Jadi orang sudah tidak peduli asal, yang penting mereka dalam satu perusahaan tersebut.

Ketiga, Globalisation 3.0, era ini orang sudah tidak lagi mementingkan kewarganegaraan ataupun dimana tempat kerjanya tapi yang terpenting adalah siapa dirinya alias aktualisasi dirinya. Beliau menambahkan, dalam suatu edisi majalah Times, majalah yang sering menampilkan Man Of The Year, menampilkan Man Of The Year diri seseorang itu sendiri. Nah, dari sini pantas jika kita melihat banyak orang di jejaring sosial begitu menampilkan dirinya pada orang lain.

Beliau menarik kesimpulan bahwa, diri seseorang untuk saat ini sangat lah penting. Tidak peduli kamu orang mana, kerja dimana tapi apa diri kamu. Apa yang telah kamu lakukan. Seandainya mungkin dilakukan penghitungan statistik terkait peningkatan kenarsisan, sudah pasti dijamin terjadi peningkatan. Benar juga jika kita melihat bahwa kebanyakan orang saat ini sangat ingin populer dan terkenal. Kalau ditanya, kamu mau populer, pasti kebanyakan orang akan menjawab “mau”.

Jadi apa yang harus dilakukan saat ini tepatnya? Hanya ada satu hal, yaitu tunjukkan siapa diri kamu. Dan tak ada salahnya kita menggunakan versioning untuk menentukan diri kita dan resolusi yang kita idam-idamkan. Selama kita serius dan berdoa, niscaya semua akan terwujud. Untuk hal meraih impian, aku jadi teringat tulisan disalah satu novel karya Andrea Hirata, Tuhan tahu tapi menunggu. 😀

Pertanyaan terakhir, versi berapakah kamu?

Iklan

4 thoughts on “Versi Berapakah Kamu? atau Masih Beta

  1. Hahah, Self Development Life Cycle, boleh2. Menurutku kalau sesuatu sudah di RC berarti sesuatu itu sudah mulai untuk memulai penyesuaian dengan perubahan. Sesuatu itu sudah mulai pondasi dan sudah berfungsi. Kalau hanya masih berupa requirement, berarti masih belum jadi barangnya dan kemungkinan masih banyak perubahan. 😀

    wallahualam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s