Sapa koe?

He.., pertanyaan di atas mungkin sangat mudah ketika dilontarkan atau ditanyakan. Tapi pertanyaan tersebut mampu membuat pusing kepala orang termasuk kepala saya. Pertanyaan yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia menajdi “Siapa kamu?” atau dalam bahasa Inggris “Who are you?” memiliki jawaban yang beragam, masing-masing orang memiliki jawaban masing-masing.

Saya sendiri kalau harus menjawab hal tersebut, tidak bisa langsung ceplos menjawab palahan kadang bingung mesti jawab apa. Mungkin benar pernyataan “Seseorang yang mengenal dirinya niscaya ia akan mengenal Tuhanya.” Pernyataan itu terngiang-ngiang dalam kepala saya ketika mendengar pertanyaan tersebut. Sempat saya simpulkan bahwa salah satu untuk mengenal Tuhan adalah dengan mengenali diri sendiri. Tapi dengan menyimpulkan hal tersebut timbullah pertanyaan “Kenapa hal tersebut bisa terjadi?”. Pertanyaan ini belum dapat saya jawab secara pasti namun saya berhasil menarik hipotesis kalau seseorang akan semakin meningkat keimanannya seiring dengan pemahaman dirinya terhadap ciptaan-Nya. Nah manusia adalah salah satu ciptaanya.

Terlepas dari hal itu semua di atas, ada satu hal penting yang mungkin saya pahami mengapa untuk menjawab pertanyaan tersebut cukup susah. Seperti yang saya alami mungkin, Manusia lebih mudah untuk mengamati sesuatu yang ada di luar dirinya. Manusia lebih mudah untuk mengkritik atau mendeskripsikan seseorang dibandingkan mendeskripsikan dirinya sendiri. Palahan ada orang yang hafal kebiasaan seseorang. Menjawab pertanyaan ini, seperti menjawab dalam analisis SWOT(Strong, Weakness, Opportunities, dan Threats). Manusia sering lupa dengan kebiasaan yang ia lakukan dan sesuatu hal yang dirinya lakukan atau pikirikan ataupun respon ketika memperoleh sesuatu. Manusia sering lupa dengan hari-hari yang telah dilaluinya bahkan tahun-tahun yang dilaluinya. Bahkan untuk menjawab SWOT tersebut masih mengalami kebingunan (termasuk diri saya).

Yah, begitulah salah satu sifat yang mungkin melekat dalam diri manusia. Dan mungkin sebagai wujud mensyukuri kita diberi kesempatan untuk hidup di dunia yaitu dengan mengisi hari-hari dengan yang bermanfaat dan jangan jadikan hari-hari teman-teman lewat begitu saja tanpa disadari. Jangan sampai teman-teman menyesal ketika berada di unjung waktu dan banyak peristiwa yang terlupakan dan banyak yang disesali. Selagi memiliki waktu untuk menghirup udara di dunia. Mungkin benar tulisan ini

Manusia hanya hidup beberapa tahun di dunia, dan setelah itu ia akan mati. Setelah ia mati hanya ada satu yang ditinggalkannya yaitu sejarahnya. Dengan sejarahnya itulah namanya akan hidup di dunia atau akan mati. Dalam sejarah tersebut tercermin perilakunya selama hidup dan itulah yang akan dilihat oleh orang-orang saat itu.

Maksud dari tulisan ini adalah orang yang telah mati, yang akan mendeskripsikan orang tersebut adalah sejarah kehidupanya. Jika sejarahnya baik maka ia akan memang orang yang baik dan sebaliknya. Dan besarnya sejarah seseorang akan menjadikan seseorang akan tetap diingat atau hilang seiring bertambahnya usia dunia.

Nah, sejarah apa yang akan kita miliki itu bergantung pada perilaku kita di dunia.

Wah, terkesan melebar menjadi dua topik namun saya yakin masih bisa berhubungan.

Selamat menciptakan sejarah dan mendeskripsikan diri 😀

Langit itu masih biru walaupun hujan deras dan petir menyambangi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s