Mudik Lebaran

Akhirnya, tepat hari ini kuliah telah diliburkan. Banyak teman-teman yang sudah pulang ke kampung halamanya masing-masing(*kecuali saya masih berada di Bandung, untuk urusan yang tidak cukup jelas). Walaupun ada beberapa teman yang mungkin karena sesuatu hal tidak bisa merayakan lebaran di rumahnya.

Jujur sampai sekarang saya masih bingung sejak kapan kata lebaran kita sering gunakan dan dari mana asalnya(*mungkin yang tahu bisa dibagikan).

Lebaran kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu bagi saya, pulang dengan tidak terencana (*malas merencanakan kepulangan). Kenapa malas, untuk urusan pulang kampung, biasanya saya tergantung mood, kalau lagi pengin pulang ya pulang aja, tapi yang jelas pulang nya sebelum shola id lah. Dah, pokoknya yang saya pegang prinsipnya adalah shola id atau tanggal 1 syawal saya sudah di rumah. Dan saya agak menyayangkan pulang awal, karena situasi ramadhan di rumah jauh berbeda dengan ramadhan di sini, dan saya nyaman saat ramadhan di sini, tapi tetap tidak melupakan birrul walidain kok.

He, dan akhirnya saya dapat waktu untuk pulang yaitu hari ahad atau hari senin. oh, ya tadi saya menemukan sebuah site yang berisi kondisi bulan ramadhan di berbagai negara.

ini dina pranalanya : THE BIG PICTURE

Cukup menarik gambarnya untuk dilihat.

Sedikit cuplikan mudik dari beberapa sahabat, teman, orang, kerabat, dengan kereta ekonomi.

Mudik kali ini saya berencana menggunakan kereta api, alasan yang terbaik yang saya dapat, ingin mencoba fasilitas transportasi yang murah dan meriah yang disediakan negara, alasan terburuknya adalah tidak memiliki cukup uang untuk naik yang lain, atau mendingan buat beli celana dibanding pulang dengan nyaman, hahaha.

Dari beberapa kali pengalaman saya naik kereta api, ada perbedaan yang kontras antara ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Ya nampak lah, harga berbanding lurus dengan kenyamanan dan kecepatan. Lah gimana ceritanya 20 ribu bisa sampai ke rumah saya dengan waktu hanya 8 jam perjalanan paling kalau telat ya sejam. Bayangkan dengan kereta kelas bisnis yang mencapai 200 rb, dan eksekutif yang lebih mahal lagi.Dan sangat wajar, mengingat biaya pengoperasian kereta api itu pasti mahal, harga kelas ekonomi aja 1/5 dari harga kelas bisnis sedangkan biaya operasinya saya yakin tak jauh berbeda. Dan mungkin hal ini yang menjadikan saya tidak tahu sampai sekarang batas minimal penumpang dalam satu kereta ekonomi di Indonesia, kalau mau nurut sama tulisan yang di gerbong keknya nggak bakalan nombokin biaya operasional. Bahkan yang lebih surem lagi, toilet aja buat penumpang dan praktis tidak dalam satu rangkain gerbong tidak ada yang bisa menggunakan toilet. He, jadi kalau naik kelas ekonomi harap hati-hati karena saat dibutuhkan bisa jadi tidak ditemukan toilet.

Yang lebih ekstrem lagi adalah, contoh kereta berangkat nanti jam 20.30 WIB, tetapi kereta sudah tiba di stasiun keberangkatan pukul 17.00 WIB. Kalau lebaran jangan pernah datang melebihi jam 18.00 WIB, karena sudah dipastikan keretanya akan penuh dengan segera.

Selamat pulang ke rumah, yang tidak pulang,tetap birrul walidain, dan menjaga silaturahmi dengan teman, sahabat, keluarga, di rumah.

Minal Aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir dan batin.

Dah tinggal lihat hari ahad atau senin depan.

Iklan

8 thoughts on “Mudik Lebaran

  1. @Setia : Nunggu saya approve dulu set, jadi nggak bisa langsung nampil. Hehehe
    Biar komentarnya terkontrol… Comment Bender.. saudaranya Avatar aang. Kamu dah balik ke makasar belum set? 😀 atau masuk yang bersabar saat lebaran?

    @Dseptia : hhohooh, insya Allah. Sama-sama met lebaran dengan keluarga juga ka septia.. 😀

    • suasana lebaran disini enak, kan ada orang tua, tapi untuk mengakhiri ramadhan saya pikir kurang kondusif untuk dilakukan di rumah.
      Pokoknya kalau untuk bulan ramadhan, bandung masih tiada duanya. Tapi karena mengingat nampaknya masih lebih penting dengan namanya birrul walidain, ya pulang sebelum lebaran. Cuma itu sih, dan sejauh ini orang tua fine-fine aja kalau pulangnya agak belakangan saat menjelang lebaran. sayang, ramadhan hanya sekali dalam setahun…

      he.. cari curhat dikit dong.. hahahahh
      kak dellyna udah mudik ke rumah?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s