Jangan Pikiri Kegagalan

he, curhat lagi, tapi lebih tepatnya hanya berbagi. Pasti semua menebak kalau saya baru saja tertimpa kegagalan. Ya deh bener.

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti suatu seleksi untuk magang di sebuah kantor berita tepatnya di Kantor berita ITB. Saya dapat info seleksi magang dua minggu sebelum akhir bulan agustus. Karena cukup tertarik dengan kantor berita ya saya putuskan saat itu untuk ikut seleksinya. Segeralah persyaratan administrasinya saya lengkapi dan saya kirimkan lewat email.

Benar saja, beberapa jam setelah pengiriman itu, saya mendapat jarkom sms yang mengatakan hari berikutnya untuk siap-siap tes tulis. Wah dalam hati saya, saya mengatakan kalau saya harus masuk dan ikut magang di sana. Selain selama ini saya tidak memiliki pelarian organsiasi yang cukup serius. Dan, ternyata alhamdulillah lolos seleksi administrasi. Ya lah yang daftar semuanya lolos, dan total pendaftar ada 24 orang. Wah nggak terlalu banyak, pikir saya.

Lebih mengejutkan lagi ada teman-teman IF yang lain ikutan, ada sunni dan sella. haha, dalam hati saya, saya kira ni bakalan jarang yang ngikutin, pa lagi teman-teman jurusan yang pada hobi ngoding(* nggak termasuk saya lho), Eh masih ketemu juga sama anak IF. Ya sudah lah.

Cerita berlanjut, akhirnya wawancara tiba, taram pam pam, datanglah saya wawancara. Wawancaranya berhasil saya jawab dengan mulut saya sendiri(* pasti lah, lah wong cuma wawancara sendiri). Boleh dikatakan cukup sukses, dalam karir seleksi wawancara yang telah saya lakukan. Paling cuma yang kurang optimal saat praktek untuk mewawancarai orang. Tapi menurut saya wajar, lah wong, mikir pertanyaanya aja dalam milisekon.

Dan tanggal 1 malam, saya pun mendapatkan sms. Sms itu dikirimkan malam-malam jam 12, mungkin biar dibaca pagi-pagi kan paling nggak jam 12 orang udah pada tidur. Beda dengan saya, lah masih nubes stima.

Walaupun udah feeling bakalan nggak keterima, ya memang benar itulah isi sms tersebut. Tapi karena ini bukan pertama kalinya gagal, ya udah biasa aja bagi saya. Hanya mungkin sedikit evaluasi untuk diri saya. Ya normallah dilakukan sama orang-orang ketika habis mengalami kegagalan.

Dalam hati saya, ya santai aja kali dik, kaya baru pertama kalinya. Seperti biasa, ‘prinsip yang saya pegang,itu tandanya kamu bakalan menjadi lebih buruk jika keterima bukanya tambah berkembang atau maju’.

Dan tandanya tuhan menyelamatkan kita lagi, walaupun harus kecewa. Lagian lagi itu kan cuma penilaian orang, ya orang kan bisa salah atau lupa(*emang itu faktanya). Tapi yang terpenting adalah

Belum tentu kalau tidak gagal akan menjadikan dirimu lebih baik dari pada sekarang, dan mestinya bersyukur kalau telah diselamatkan oleh Tuhan. Disisi lain juga menjadi tamparan agar menjadi lebih baik, bisa jadi kegagalan menjadi senggolan agar kembali ke kebenaran. Misal aja kurang serius dan niatnya masih nggak jelas. Dan yang lebih adalah belum tentu tuhan meridhai dan menjadi lebih dekat ketika kamu sukses. Pokoknya mah berusaha sebisa mungkin dan pasrahkan hasilnya. Jangan pernah memikirkan kesalahan dan berandai-andai, karena andaian akan masa lalu adalah ciri umat yang putus asa. Nggak mau kan.

Dan mungkin itu masalah kegagalan. jadi bisa disimpulkan, saya masih lebih mending dibandingkan dengan penemu bola lampu yang gagalnya lebih banyak dari saya.

Yo, failure is a knowledge and feeling about failure is nothing.

*semoga tidak terkesan mencari aman dalam posisi ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s