Pertama di tingkat tiga

Kuliah pertama, semester ganjil(2010/2011)  ini rasanya sedikit berbeda dengan kuliah pertama di semester sebelumnya, kalau kuliah hari pertama semester genap besok saya masih belum tahu kaya apa rasanya. Kalau tingkat 2 kebanyakan mata kuliah dimulai setelah sholat dzuhur, kalau pas tingkat 3 kuliah dimulai sehabis bangun tidur.

Kuliah perdana semester ini hari senin(9/8/2010) pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB(tak ada jeda di ruangan yang sama). Kuliah pertama bernama sistem informasi, dilanjutkan dengan jaringan komputer dan diakhiri dengan strategi algoritma (kata pak dosen di luar negeri ndak ada mata kuliah dengan nama ini paling yang ada namanya Algorithm Design Techniques, kalau nanti mau googling cari bahan pake nama disamping biar dapat referensi dari luar negeri itu asumsi saya).

Kuliah Sistem informasi hanya sedikit pengantar tentang manajemen dan kuliah itu sendiri, begitu juga untuk strategi algoritma, langsung sebentar masuk ke pengantar perkuliahan dan dilanjutkan ke materi membahas algoritma Brute Force. Permulaan untuk jaringan komputer agak berbeda dari yang lain, dan kalau menurut saya sih cukup esensial untuk menanyakan hal ini di awal. Pak dosen hanya menanyakan hal yang jarang terpikirkan oleh saya

Apa tujuan kamu kuliah di sini?

Kelihatanya sih sepele, tapi mendasar lho. Saat itu saja, saya bingung mau jawab apa? Ada yang menjawab menyambung hidup, ada yang disuruh, dan saya yakin pasti tiap orang memiliki jawabannya sendiri yang mungkin baru kepikiran saat itu. Lalu pak dosen bercerita tentang nenek-nenek yang mencari cincin(kalau ndak salah sih cincin). Begini ceritanya

Ada seorang nenek-nenek yang sedang mondar-mandir di jalan, kemudian ada orang yang menanyakan “sedang apa nek?” Sang nenek menjawab, “sedang mencari cincin yang jatuh”. Lalu penanya melanjutkan pertanyaanya,”Memang cincinya jatuh dimana?”, sang nenek menjawab,”Jatuh disana”, sambil menunjuk ke daerah yang gelap”. Sang penanya melanjutkan, “Loh kok mencari disini ya nek?”. Nenek menjawab, “Oh, disini tempatnya yang terang.”

Cerita itu selesai, saya langsung, apakah saya termasuk nenek-nenek di atas? Hanya kuliah lebih mendingan dari pada tidak kuliah?

Hoho, sebuah pelajaran hidup yang berharga. Jika kembali dalam islam, tentu hal ini ada, belajar merupakan hal yang wajib bagi seorang muslim. Belajar dimulai semenjak lahir dan sampai masuk ke liang lahat nanti. Awal yang cukup surprise, dan tidak tertebak. Dan kutipan yang paling tepat untuk orang yang sedang belajar adalah

Keraguan adalah jalan awal menuju kebenaran

Kutipan ini pernah disampaikan oleh imam Al Ghazali dalam salah satu bukunya. Maksud dari kutipan di atas adalah seorang yang ragu-ragu dia akan berusaha untuk mencari kebenaran tentang hal yang ia ragu-ragukan. Dan ini mendorong sikap kritis yang luar biasa.

Hore, belajar lagi.. Beuh… 😀

Iklan

2 thoughts on “Pertama di tingkat tiga

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s