Menaklukan Tangkuban Perahu Part 1

Akhirnya, semester ini ditutup dengan bahagia.
Hari sabtu kemarin(29/05/2010) saya, teman-teman etoser, teman matematika teh gantina(korwil e’Bandung), dan teman teh tami(pendamping akhwat e’Bandung) serta adiknya teman saya sebut saja nju*s, kami mendaki gunung Tangkuban Perahu bersama.
Total yang mendaki kemarin berjumlah 34 orang.

Pagi-pagi kami berkumpul di Depan Gerbang Belakang ITB pukul 07.00 WIB.
Karena saat itu jumlah kendaraan tidak mencukupi untuk mengangkut kami sekali jalan, akhirnya kami harus mencari satu angkot lagi sehingga total ada tiga angkot yang kami sewa.
Kami berangkat dari ITB pukul 08.00 pagi dan meluncur ke Lembang.
Perjalanan menuju lembang memakan waktu sekitar 1 jam.
Kami memilih lembang sebagai tempat untuk memulai pendakian gunung tangkuban perahu atau lebih tepatnya satu tempat yang bernama jaya giri.

Sampai di Jaya Giri, kita langsung mempersiapkan semua perlengkapan untuk pendakian.
Setelah semua lengkap, kita langsung berjalan menuju pintu masuk wanawisata Jaya Giri(*kalau tidak salah karena agak lupa papan namanya).
Di sana, dari 34 orang tersebut, kita membagi menjadi 6 kelompok sehingga ada 3 kelompok akhwat dan 3 kelompok ikhwan.
Tidak lupa pula kita saling berkenalan karena saat di perjalanan tadi belum sempat bertemu.

Tiket masuk ke wanawisata ini tidak mahal, hanya Rp 4000,00/orang.
Perjalanan di awali dengan keberangkatan kelompok pertama ikhwan dan akhwat, berlanjut ke kelompok dua dan tiga.
Setelah melewati gerbang wanawisata, suasana perjalanan berubah, dari yang sebelumnya panas dan jalan beraspal menjadi jalan setapak dan rimbun dengan pepohonan.
Kami masih menemukan satu, dua rumah yang masuk wilayah wanawisata.

Perjalanan menuju gunung tangkuban perahu boleh dibilang dibagi menjadi tiga bagian.
Bagian pertama ada hutan perkebunan, bagian kedua adalah hutan pinus dan bagian ketiga adalah hutan pohon besar dan tua/ pohon daerah kawah.

Ketinggian gunung ini sekitar 2048mdpl. Trek pertama yang kami lewati adalah hutan perkebunan. Jalan disini masih banyak di lewati oleh penduduk lokal.
Penduduk lokal ini lewat dengan membawa rumput atau karet.
Jalan yang dilewati masih cukup lebar karena kita bisa berjalan berempat dalam satu jalan.
Sepanjang jalan, kami menemukan jaringan pipa air dari mata air.
Kami juga sempat bermain-main dengan pipa yang bocor tapi tidak memancarkan air.
Tapi udara yang keluar dari pipa ini seperti kipas angin(cocok untuk menghilangkan panas karena perjalanan).

Saat itu saya berjalan paling depan walaupun saya tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh itu tidak jadi masalah karena hobi saya eksplorasi.
Sekitar dua jam kita melewati daerah perkebunan ini, sampai akhirnya kita memasuki area hutan pinus.
Perjalanan melewati area ini sangat mengasyikan, selain jalanya yang rindang dan hembusan udara pegunungan yang dingin, juga kami dapat belajar tumbuhan-tumbuhan yang ada disana.
Sampai akhirnya saya tahu kalau balsem itu ada tumbuhanya. Sedangkan balsam yang biasa kita gunakan adalah balsem yang telah diekstrasi (* betapa malangnya baru mengetahu hal ini).
Kami juga menemukan sarang semut di tanah(*mungkin biasa, tapi saya baru menemukanya, walaupun di desa saya belum pernah menemukan sarang semut seperti ini)

Sebelum meninggalkan arean ini, kami sempatkan untuk mengambil gambar paling tidak untuk kenang-kenangan.
Dan Saya juga berkenalan dengan seorang pendaki solo asal bandung juga.
Beliau bernama pak Yudi.
Beliau sudah mendaki gunung tangkuban perahu sebanyak 4 kali.
Trek hutan perkebunan pun berakhir, dan kami menemukan trak yang cukup datar.
Setelah sebelumnya kami disambut dengan gong-gongan anjing milik salah seorang warga yang berkunjung di warung di tengah hutan.
Kami juga bertemu dengan para pesepeda alam yang sedang beristirahat di warung itu.
Kami beristirahat sejenak selain menuggu rombongan juga untuk melepaskan lelah untuk sementara waktu.
eh eh, untung masih ada sinyal HP saya, paling tidak saya bisa browsing untuk mencari tahu apa aja yang ada di gunung ini termasuk ketinggianya.

Dah dulu ceritanya, nanti disambing lagi di part selanjutnya.
Ini beberapa jepretan saat perjalan melewati daerah ini.
Maklum karena kita lupa membawa kamera, kami hanya menggunakan kamera HP dengan resolusi 2 MP.
Tapi saya cukup puas dengan hasilnya.

Suasan hutan kategori pertama, hijau dan rindang.

Beberapa pohon dan tanaman yang ada dalam hutan.

Sarang semut yang saya maksudkan di atas.

Pipa bocor yang mengeluarkan udara seperti kipas angin.

Iklan

2 thoughts on “Menaklukan Tangkuban Perahu Part 1

    • wah iya kang. padahal asyik lho…
      eh.. bagaimana di amerika kang? wah tapi lebih asyik kang nur, karena bisa mendapat kesempatan belajar di amerika.
      Kang minggu depan insya Allah kamis, asrama kita pindah ke Ciheulang kang…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s