Curug Dago

Bagi sebagian orang yang berdomisili di Bandung mungkin sudah cukup familiar dengan tempat ini. Curug Dago terletak di daerah Dago lebih tempatnya sebelah utara terminal Dago.

Untuk menjangkau daerah ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari terminal Dago karena berjarak sekitar 1 km. Banyak orang pula yang sengaja bersepeda ke tempat ini.

Daerah curug dago merupakan daerah yang asri dan sejuk, dan memang sengaja disediakan sebagai tempat wisata umum karena tidak ada tarif masuk ke lokasi ini. Kawasan ini masuk dalam wilayah kawasan TAHURA IR H Juanda. Kawasan ini memiliki panorama yang cukup menarik dan lengkap untuk tempat wisata hutan kota.

Ini adalah air terjun atau yang lebih sering dikenal dengan curug. Di sebelah curug tersebut ada sebuah bangunan kecil yang menyerupai rumah. Ternyata di dalam bangunan terdapat prasasti. Prasasti tersebut ada dua. Prasasti pertama terdapat tanda tangan raja Thailand, berikut juga prasasti yang kedua ditemukan pula tanda tangan anak raja Thailand yang sebelumnya membubuhkan parafnya di prasasti yang pertama.

Berikut ini gambar salah satu prasasti yang dimaksud

Singkat cerita, dalam prasasti ini diterangkan bahwa pada tanggal 12 Agustus B.E 2472 (A.D. 1929) Raja Prajadhipok (Rama VII) dari Thailand mengunjungi curug dago untuk melihat batu yang terukir paraf ayahandanya raja Chulalongkorn. Dan Sang raja tersebut pun ikut menorehkan parafnya di sana.

Sedangkan ayahandanya yaitu raja Chulangkorn (Rama V) mengunjungi dago pada 19 Juni B.E. 2439 (A.D. 1896) . sedangkan kunjungan kedua kalinya pada 6 Juni 1901. Setelah itu baginda raja menorehkan parafnya di sana.

Wow, berarti zaman dahulu curug dago cukup terkenal sampai-sampai raja thailand saja datang mengunjungi.

Dan pastinya prasasti ini juga dilindungi oleh tidak hanya pemerintah indonesia tetapi juga pemerintah Thailand.

Namun, ada beberapa hal yang mulai mengganggu keindahan, seperti sampah-sampah yang mulai banyak ditemukan di aliran sungai. Tentu sampah tersebut terbawa oleh aliran sungai.

Air sungainya pun tidak terlihat bening tetapi terlihat keruh kecoklatan. Sungguh sayang tempat yang seindah ini, terkurangi nilainya oleh sampai-sampah yang dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dan jalan untuk turun melihat prassati juga harus berhati-hati ketika melewatinya mengingat jalan yang mulai rusak dan licin.

Gambar di atas adalah tangga untuk untuk turun ke bibir sungai di bawah curug. Ironis sekali, semestinya tempat seperti ini dijaga bersama-sama dan perlu diperhatikan. Tangga tersebut kondisinya licin ketika hujan dan ada beberapa bagian pegangan tangan yang hilang. Akibatnya dibutuhkan kehati-hatian yang ekstra ketika menuruni tangga ini.

Sedangkan koleksi tanaman atau pohon di daerah ini adalah sejenis palm seperti pohon kawung atau aren.

Selamat berjalan-jalan!!!

Oiya hampir lupa tetap jaga kebersihan dimanapun dan kapanpun anda berada….

Cintai indonesia tidak hanya budayanya alamnya juga. Indonesia itu indah…

Iklan

3 thoughts on “Curug Dago

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s