Kisah Century

Kasus Century mungkin telah mendapatkan status yang jelas sekarang setelah dilakukanya rapat DPR beberapa hari yang lalu. Rapat yang berlangsung selama  dua hari ini banyak menyita perhatian masyarakat umum berhubung rapat yang dilakukan terbuka untuk umum dan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun TV swasta di Indonesia.

Secara singkat kasus century mulai diangkat pada akhir tahun 2009 lalu. Century merupakan suatu bank yang merupakan hasil merger tiga bank yang telah dianggap sakit pada saat itu. Namun, dalam perjalananya bank century mengalami masa kritis sehingga bank Century terancam bangkrut. Ini terjadi akibat imbas krisi ekonomi dunia tahun 2009. Berdasarkan keputusan saat itu, bangkrutnya bank century dapat mengakibatkan dampak sitemik yang mengancam perekonomian indonesia. Untuk menyelamatkan bank tersebut pemerintah mengucurkan dana sekitar 6,7 triliun rupiah.

Beberapa kalangan melansir bahwa keputusan ini kurang tepat karena bank century merupakan salah satu bank kecil di Indonesia. Sehingga bisa saja terjadi penyimpangan dana saat bail out bank century. Oleh karena itu, kemudian DPR menggunakan hak angetnya untuk menguak informasi lebih lanjut mengenai kasus ini. Selanjutnya dibuat panitia khusus untuk mencari informasi kasus ini yaitu panitia Pansus. Panitia pansus bekerja selama satu bulan mulai dari Februari 2010 sampai awal Maret 2010.

Pansus meneliti kasus tersebut dengan mendatangkan pihat terkait dan beberapa ahli di bidang ekonomi serta melakukan kunjungan ke daerah terkait. Hasil dari kerja pansus yaitu berupa rekomendasi mengenai kasus century  yang disampaikan pada Sidang Paripurna DPR.

Pada sidang kemarin nampak perdebatan dan lobi-lobi tiap fraksi mengenai keputusan kasus century berdasarkan rekomendasi dari pansus century. Rekomendasi tersebut ada tiga macam tapi pada akhirnya mengerucut pada dua opsi. Opsi yang pertama kasus century tadak ada masalah mulai pada saat merger maupun pada saat bail out. sedangkan pilihan kedua , kasus century bermasalah mulai.

Sidang yang dilangsungkan pada tanggal 2 s.d. 3 Maret ini sebelumnya sempat ricuh setelah sidang tiba-tiba ditutup. Banyak anggota DPR yang ingin melanjutkan sidang sehingga sebagian anggota DPR ingin menduduki kursi ketua DPR dan mengambil alihnya. Syukur hal ini dapa di atasi. Berdasarkan keterangan yang disampaikan ketua DMPR, bapak Marzuqi Ali mengatakan bahwa agenda sidang paripurna pada tanggal 2 Maret telah usai. Setelah penutupan sidang segera dilakukan sidang mendadak tiap fraksi.

Sekarang kasus century telah mendapat kejelasan berdasarkan voting anggota DPR pada 3 Maret 2010 yaitu kasus century bermasalah.

Sepertinya kasus ini akan berjalan panjang mengingat beberapa pihak yang terkait kasus ini merupakan pejabat negara. Dan tentu masih kita nantikan kelajutan kisah century. Semoga objektif dan keadilan tetap berpihak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s