Naik Kereta Api dengan Format Baru

Beberapa waktu yang lalu saya sempat pulang ke kampung halaman di Gombong. Seperti biasa naik kereta ekonomi. Luar biasa memang, pelayanan kereta ini meningkat bukan main, dari yang saya rasakan selama kurung waktu empat tahun setiap naik kereta jenis ini.

1. Tak ada penumpang berdiri

Ya, penumpang tidak lagi berdiri, seluruh penumpang harus duduk. Alhasil, PT KAI hanya menjual tiket sebanyak kursi yang ada dalam kereta atau sekitar 800 penumpang dalam satu waktu.

Selain itu, tiket juga tidak lagi bisa dibeli saat kepulangan hari H. Oleh karena itu, diberlakukan pemesanan tiket paling lama H-7 di Stasiun. Betul sekali, PT KAI, memberlakukan tiket Online –Daring.

2. Jumlah pedagang Asongan berkurang tapi ada pengamen

Mungkin seiring berkurangnya jumlah penumpang, jumlah pedangan asongan yang tampak pun sedikit. Terbukti beberapa pedangan yang biasanya terlihat, saat itu tidak terlihat. Entah kenapa selama dua tahun ini pengamen mulai muncul lagi. Padahal ketika tingkat 1 dan 2, saya merasakan pengamen benar-benar hilang dari kereta.

3. Calo tiket mulai ada pertumbuhan

Ternyata sistem ini cukup menguntungkan calo. Bagaimana tidak, penumpang yang tidak kebagian tiket secara otomatis mau tidak mau harus membeli ke calo yang kalau dibilang harganya naik 50%. Tapi untuk hal ini saya belum pernah melakukannya karena minimal saya pesan tiket pulang H-6. Info ini saya dapat dari penumpang yang kemarin pulang bersama saya.

4. Hati-hati liburan

Saat liburan, benar-benar siapkan jadwal dan belilah tiket segera saat memasuki H-7. Jika tidak, mungkin bisa benasif seperti saya, saat H-6 tiket sudah ludes. Akhirnya, saya harus tidak mengikuti kuliah selama hari tiga hari.

5. Dalam kereta tidak boleh merokok

Ada tulisan yang secara tegas melarang penumpang untuk merokok. Tapi ternyata aturan ini belum dilakukan secara tegas. Buktinya, saat ada petugas, petugas pun tidak mengingatkan penumpang yang merokok padahal jelas-jelas dilarang. Pengalaman ini saya alami saat pulang ke kampung halaman kemarin. Tanpa merasa bersalah, penumpang disamping saya merokok sepuasnya.  Apa mungkin perlu yang namanya gerbong atau ruang khusus merokok?

6. Tepat waktu

Agak terkejut, keretanya ternyata tepat waktu sampai di Bandung atau di kampung halaman.

7. Toilet bersih

Ya, toilet memang cukup bersih dan air juga tersedia. Anehnya, kenapa sering ada orang yang nongkrong depan toilet ya? Padahal punya kursi tempat duduk. J

8. Hati-hati pulang malam

Iya, beberapa kasus kejahatan terjadi di dalam kereta api terutama saat menggunakan kereta malam. Walaupun sudah ada petugas, tapi nampaknya kebanyakan petugas hanya berkeliling saat ada pemeriksaan tiket. Ada sih, satu dua petugas yang berkeliling walaupun bukan saat pengecekan tiket. Hal ini saya alami dulu, HP saya raib dari tangan saya dan beberapa orang dompetnya hilang serta tas yang digunakan robek. Ya, penjahatnya tampaknya semakin leluasa karena kondisi kereta yang cukup sepi. Dan mereka tidak melakukan aksinya sendiri, tapi bergerombol banyak orang. Mereka melakukan aksinya dengan target penumpang yang tidur. Saat penumpang tertidur, penjahat akan berpura-pura jadi penjual asongan dan menutup-nutupi penumpang yang jadi target sehingga tidak dicurigai oleh penumpang lain. Penjahat lainya akan melakukan penggeledahan-biasanya si, tas korban akan dirobek dengan senjata tajam.

Itu cerita saya tentang sekilas wajah baru kereta ekonomi kutojaya selatan.

Nah, selanjutnya peristiwa khusus yang saya alami pulang kemarin. Waktu ke Bandung tiba-tiba kereta berhenti sebelum Stasiun Rancaekek mungkin karena belum dapat semboyan untuk masuk stasiun. Hmm, ternyata banyak juga penumpang yang turun di sana.

Berkali-kali naik kereta, ada hal yang sebenarnya menarik perhatian yaitu saat pembelian tiket. Suatu ketika saya membeli tiket seharga 19.500 tapi kadang harganya menjadi 20.000 padahal di tiket tertera 19.500. Saya cuma bingung, ini yang 500 kemana ya? Sampai sekarang ini belum terjawabkan. Coba saja bayangkan, kalau sehari tiket dijual 800 tiket, berarti ada uang 400.000 yang tidak tahu rimbanya (maksimum).  Nah, coba bayangin hal itu dilakukan selama 1 tahun : 144.000.000 (Semoga tidak salah perkalian). Banyak kan???

Mungkin jarang orang yang komplain karena menganggap hanya 500 rupiah saja termasuk saya. Dan beberapa penumpang juga menganggap hal tersebut wajar. Tapi ternyata jika dikumpulkan bisa jadi banyak buanget. Mending naikin jadi 20.000 kan tahu rimbanya masuk kemana. :D Semoga saja praktek seperti ini mulai berkurang. Semangatlah PT KAI, buktinya, praktek orang membayar kereta di atas kereta sudah hilang.

Ngomong-ngomong tentang semboyan (Tanda bermakna), kalau kereta mau berangkat ternyata ada sahut-sahutan semboyan lho. Awalnya, PPKA akan menunjukkan tanda hijau (Semboyan 40) ke masinis kereta. Setelah itu, meniup peluit (Semboyan 41). Tiupan peluit akan dibalas dengan suara kereta panjang yang berarti kereta siap berangkat (Semboyan 35).

Oiya, Jenis lokomotif yang menarik gerbong kemarin adalah CC201.

Jawaban dari Pertanyaan Sahabat (Bagian 2)

Karena ternyata terlalu panjang, jawaban dari 11 pertanyaan yang diajukan kawan saya, saya jawab disini deh.

1. Perkenalkan diri kamu !

Nama saya Sidik Soleman, Informatika ITB 2008, Regu Garuda dan Harimau saat pramuka SMP, Kelas IPA 2 saat SMA, dan lahir di Kebumen.

2. Untuk apa kamu hidup ?

Hmm, manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Yah, untuk pertanyaan ini, suatu saat akan ada jawaban elaborasi dan detilnya.

3.  Cita-cita waktu kecil apa dan sekarang apa ?

Yah, lupa dulu saya ingin jadi apa. Intinya dulu waktu kecil saya pengin sekolah saja (sempat ditolak di SD) dan semakin menjadi saat SMP dan Alhamdulillah cita-cita SMP sampai sekarang masih. Tapi kalau sekarang saya ingin menjadi X (pass) dan tetap intinya, saya ingin menjadi orang yang bermanfaat.

4. Pernahkah punya mimpi terbesar ? jadi apa dan sekarang sudah seperti apa mimpi itu ?

Pernah. Masih dalam pelaksanaan. Jadi X seperti yang saya sebutkan. InsyaAllah semoga suatu saat terjawabkan. Jujur, saya bukan tipe orang yang sering mengungkapkan hal tersebut ke khalayak umum. Biasanya saya hanya bercerita kepada orang-orang tertentu saja.

5. Dari empat karakter : sanguin, korelis, melankolis,pragmatis, kamu termasuk yang mana ? kenapa ?

Melankolis. Hmm, Aslinya pendiam dan pemalu.

6. Kapan nikah ?

Saya sendiri belum tahu jawabannya kapan. Karena masih menjadi rahasia Allah. InsyaAllah saat waktunya tiba, undangan akan datang. :p

7. Kapan punya anak rencananya ?

Sama seperti pertanyaan sebelumnya, masih belum tahu kawanku. Tapi jika saat itu tiba, insyaAllah akan ada kabar gembira yang sampai kepada diri anda.

8. Kalau sudah besar anaknya mau jadi apa ?

Saya tidak memiliki paksaan terhadap anak saya nantinya. Saya akan melakukan seperti apa yang kedua orang tua saya lakukan kepada saya.
Orang tua saya hanya membantu saya mengerti kehidupan yang saya alami dan membimbing saya menjadi apa yang saya impikan. Terakhir kali saya berdiskusi hal ini dengan orang tua saya, Beliau hanya merespon, jika hal itu tidak bertentangan dan baik adanya, InsyaAllah Bapak dan Ibu mendukung.
Jadi hal tersebutlah yang akan saya lakukan kepada anak saya nantinya. :D

9. Kalau punya anak yang nantinya tidak seperti yang kamu mau, mau gimana nantinya ?

Tidak masalah asal tidak bertentangan dengan agama dan hal tersebut baik adanya. :D

 10. Kamu lebih mirip dengan bapak atau ibumu ?

Sekilas mirip dengan ibu, tapi kadang mirip dengan bapak. Nah loh, hehe.

11. Pernahkah membayangkan ketika orang tua sudah tidak ada ? kapan ? seberapa sering ?  dan kenapa bisa seperti itu ?

Pernah, frekuensi nya sendiri saya tidak pernah mengamatinya. Kadang saya takut kehilangan orang terdekat saya artinya tidak hanya orang tua saya saja bisa sahabat, bisa saudara, dll dan seketika itu saya langsung membayangkan hal tersebut.

Alhamduillah 22 pertanyaan sudah terjawabkan. Sesuai dengan lanjutan permainan, semestinya saya harus mengajukan 11 nama orang untuk menjawab pertanyaan saya nantinya. Ya, insyaAllah saya akan menuliskan hal tersebut sebagai kelanjutnnya.

Yah, terima kasih telah diberikan kesempatan untuk ditanya atau diberi PR ini. :D

Jawaban dari Pertanyaan Sahabat (Bagian 1)

Suatu ketika saya mendapat ajakan sebuah permainan dari sahabat saya. Inti dari permainan ini adalah paling tidak sang pengajak tersebut dapat mengetahui lebih tentang rekannya. Untuk lebih jelasanya tentang permainan ini dapat dilihat digambar ini.

Image

Jelaslah sudah kalau sahabat saya tersebut menghadiahi  11 pertanyaan yang harus saya jawab. Bisa dibilang apes atau tidak, saya mendapat dua ajakan dari dua sahabat saya yang berbeda (kang X dan kang Y). Itu berarti ada dua pr yang mesti saya kerjakan. Hmm, tapi karena mungkin biar lebih hemat sepertinya keduanya akan saya jawab menjadi satu saja.

Bagian pertama, saya harus mendeskripsikan 11 hal yang berkaitan dengan diri saya. Baiklah, ini 11 hal yang tiba-tiba melintas saat diberikan pertanyaan tersebut.

1. Pengamat dan Pemaham

Dari pemahaman, saya dapat mencurahkan perhatian kepada seseorang. Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk memahami orang-orang yang berada disamping saya (Ada nggak ya?). Kadang, jikalau sedang iseng, saya senang mengamati seseorang siapapun itu, terhadap apa yang sedang dilakukannya.

2. Geografi

Hmm, peta dan atlas kadang membantu saya bermimpi kalau saya sudah keliling dunia. Keduanya mendekatkan dunia sehingga seolah-olah bisa pergi kemana saja, tahu  seluruh tempat, dan tampak semua negara bersaudara. Suatu masa saya sering menghabiskan waktu di depan atlas, berhubung tak banyak hiburan yang ada di TV. Yah, atlas lebih menarik daripada sinetron TV. Hobi lain, ngapalin nama negara sama ibukotanya dan mengingat-ingat lokasi gunung, danau, dll.

3. Global-Detil

Pola pikir yang saya gunakan dalam memahami sesuatu. Yah, cukup mudah untuk memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang.

4. Sensitif dan Ekspresif

Kalau lagi semangat, saya menyengajakan melakukan sesuatu dengan ekspresif. Perubahan sedikit, membuat saya peka dan menjadi modal agar tidak kaku.

5. Tidak suka sendiri

Dari dahulu saya tidak pernah sendiri lama. Hmm, SD-SMA dari pagi hingga sore pasti dengan teman-teman sekolah. Tapi sayang, saat kuliah cukup menyeramkan karena banyak waktu sendiri (sendiri = dalam satu kotak ruangan hanya berisi satu orang terisolasi). Kosan itu tempat yang menyeramkan sekaligus nyaman. Tapi bukan berarti saya tidak perlu waktu sendiri lho :p

6. Moody

Kadang bisa ceria buanget, kadan bisa malas banget. Semua tergantung dari apa yang melintas di hati. Semoga bisa cepat jadi avatar mood biar bisa mengatur hal tersebut.

7. Penimbang-nimbang

Kadang saya senang memberikan isyarat terhadap ketidaksenangan dan ketidaknyamanan terhadap suatu hal. Jika ia perhatian alias memperhatikan perilaku saya, saya yakin mereka bisa tahu hal tersebut walaupun ternyata jarang orang seperti ini. Hmm, intinya saya mencoba mempertimbangkan terhadap apa yang saya lakukan. Tidak ingin melihat orang lain tersakiti atau menyakiti orang lain.

8. Petualang

Sebenarnya saya seneng kalau diajak hiking, naik gunung, jalan-jalan, backpaking, dan sejenisnya.

9. Kereta Api dan Fotografi

Kendaraan yang cukup hebat yang saya nikmati untuk pertama kali setelah motor, mobil, dkk. Waktu kecil pengin banget punya yang namanya miniatur kereta api. Sejak SMP kelas 3 saya pengin punya kamera dan belajar fotografi, tapi sayang sampai sekarang belum kesampaian.

10. Mungkin membosankan

Saya belum pernah menanyakan hal ini kesiapapun, kadang kala saya merasa diri saya begitu membosankan bagi orang lain. Jadi maaf kalau kadang tampak membosankan atau mengganggu. :D

11. Pemalu

Aslinya saya adalah orang pemalu.

Selanjutnya, saya harus menjawab 11 pertanyaan yang diajukan. 11 pertanyaan pertama yang diajukan oleh kawan saya :

1. Kota mana kah yang menjadi impianmu sebagai tempat tinggal nantinya? Kenapa?

Bandung. Sejak lama saya jatuh hati dengan kota ini. Mungkin karena kedua orang tua saya yang dulu pernah tinggal di kota ini. Bandung merupakan kota yang pertama kali saya kunjungi saat balita.

2. Kapankah terakhir kali engkau melihat orang tuamu menangis? Boleh tahu alasannya?

Tanggal 1 Syawal kemarin. Tanda kasih sayang kedua orang tua kepada saya.

3. Seandainya engkau diberi 1 kesempatan mengetahui rahasia langit. Pertanyaan apakah yang hendak engkau ajukan?

Saya ingin menanyakan isi hati orang (orang yang ada di kepala saya sekarang ini). Saya tidak ingin mengecewekan mereka.

4. Hal apakah yang engkau lakukan saat jenuh, penat, atau sedih menyapamu?

Saat jenuh, saya naik kendaraan entah kemana. Situasi tersebut sangat membantu saya dalam melakukan refleksi dan introspeksi. Selain itu, menonton anime favorite yang cukup efektif menghilangkan rasa penat. Dan terakhir, saya akan main ketempat sahabat walaupun hanya numpang duduk atau baca buku saja.

5. Dari 114 surat dalam Al-Quran, surat apakah yang paling engkau suka/sering engkau baca? Mengapa?

Hmm, surat As Shaf. Karena dulu diminta menghafal saat temu etoser nasional. Saat membaca tafsirnya, cukup membuat saya semangat. :p (Jangan mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan-> takut hal ini)

6. Jika engkau boleh memilih, kampus manakah yang engkau ingin menuntut ilmu di dalamnya?

Wah, kalau kampus, Semoga InsyaAllah Tokyo Daigaku (The University of Tokyo).

7. Pernahkah mengalami depresi dalam hidup? Bagaimana solusinya ketika itu?

Depresi berat, Alhamdulillah belum. Namun, ketika saya bertemu dengan kegagalan saya selalu mengucapkan hal ini kepada diri saya :
“Ternyata usahamu belum maksimal, Teruslah berusaha keras. Allah tidak akan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jadi jangan lah berputus asa, bisa jadi didepan jalan tersebut ada jalan yang sesuai dengan dirimu, dan jalan tersebut merupakan jalan yang kau cari.”

8. Apakah mimpi besar yang sampai saat ini belum engkau capai?

Banyak hal yang ingin saya capai, menguasai dunia salah satunya (bajak laut). Intinya saya ingin menjadi orang yang membawa manfaat untuk orang lain (abstrak kan, realisasinya bisa wujud profesi suatu saat). Selalu berusaha menanyakan kepada diri sendiri :
“Apakah yang kau ingin miliki dan kau cari? Apakah hal tersebut membawa manfaat? Dan kenapa kaulah yang mendapatkan amanah tersebut dari Allah?”

9. Apakah buku yang paling berkesan selama ini?

Sebuah buku yang saya sendiri lupa judulnya dan pengarangnya. Intinya buku tersebut bercerita tentang kemajuan indonesia saat pameran pesawat yang Indonesia buat. Berkesan karena saya baca buku tersebut saat kelas 1 SMP. Aslinya banyak kok :D

10. Tempat wisata apakah yang ingin sekali engkau kunjungi?

Entah kenapa saya ingin menuju pulau perbatasan Indonesia, seperti di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara. Selain itu, saya juga dapat berkunjung ke Hokkaido dan Okinawa. Tentu Backpacking berkeliling asia tenggara. Masih banyak lagi sih sebenarnya karena banyak yang baru bisa dikunjungi lewat atlas.

11. Kontribusi apa yang ingin engkau lakukan untuk negeri ini?

Berkontribusi  melalui profesi yang mungkin nanti diamahkan ke saya. Suatu saat saya ingin membantu masyarakat dalam pendidikan dan pekerjaan.

Saat itu langit…

Saat itu langit masih kelabu dan jalan masih segar setelah semalaman disiram dengan air hujan. Tak ada awan sedikitpun yang menampakkan dirinya. Semua tampak sama dan rata, kelabu. Padanganku terbatasi dengan dinding yang berwarna putih tapi aku masih bisa mengintip kelabunya langit. Pagi itu, jam masih menunjukkan pukul 6. Sesekali terdengar orang-orang bercakap-cakap diluar memecah keheningan pagi. Pikiranku sendiri terbang menuju beberapa time line yang telah didikaitkan-kaitkan. Kali ini lebih dalam dari pada dalamnya air dalam cawan dengan kedalaman 10 cm. Tapi hal itu sirna sudah sekarang…..

Mohon abaikan beberapa tulisan di atas.

Hmm, langit kelabu….
Alhamdulillah, akhirnya bisa bertemu dengan bulan dzulhijah, dan bertemu dengan idul adha kembali. Idul Adha kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya(yalah, wong tiap tahun kan emang selalu beda). Semenjak SMP, sholat id di sekitar rumah merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan. Saat SMP, sholat id di halaman sekolah menjadi pilihan yang cukup tepat, begitupula dengan SMA. Begitu pula saat kuliah, tahun pertama sholat id di kompleks dekat asrama, tahun kedua di sekitar rumah bu lik. Tahun ketiga, alhamdulilah, diberi kesempatan menikmati keramaian sholat id di Kampus tetangga. Di penghujung tahun ini, akhirnya bisa sholat id di lingkungan kampus.

Hmm, kampus….
Berangkat sholat id ke kampus, suasana lengang bukan main, dan sesekali kendaraan lewat menyapa bak raja jalanan di pagi hari. Kampus pun begitu, sepi bukan main. Semua massa terkumpul di lapangan yang biasa digunakan untuk main basket, jalan, dan lapangan untuk tenda ketika ada acara. Saat sampai di sektiar lapangan, suguhan buku yang berisi teks khutbah pun diberikan oleh petugas yang tak dikenal. Orang datang mirip semua, kebanyakan berbaju putih aka pakai baju koko. Sajadah atau/dan koran ditangan kanan. Sampai di lapangan, ada sebagian orang yang ber-cat cit dengan kawan yang kebetulan bertemu atau sudah janjian sholat bersama. Ada juga yang langsung menggelar sajadahnya atau koran di lapangan. Tak lama ada yang mengambil foto dengan HP dan kemudian dilanjutkan bertakbir bersama dengan sesekali membaca isi khotbah yang akan dibacakan.

Hmmm, koran….
Ya, mungkin bisa dipastikan(mungkin=uncertain, pasti=certain) kebanyakan jamaah adalah mahasiswa. Mantapkan, melihat semangat pemuda dipagi itu. Sholat dimulai, Khotbah dibacakan, tak ada yang cukup menarik selain isi khotbahnya. Yang cukup menarik adalah sehabis sholat id. Jalan terisi manusia bak lautan yang akan tumpah ke daratan. Koran-koran bersliweran dilantai dan tempat sampah nampak kelaparan ingin memakan koran-koran tersebut. Tapi sayang, tempat sampah dengan segala keterbatasannnya, hal itu tidak mungkin dilakukan.

Hmmm, Tempat Sampah….
Untuk kesekian kalinya koran dicampakkan, dan tempat sampah tak diacuhkan. Tapi Bersyukur, ada sebagian orang yang masih ingat akan hal itu.
Note:
*setelah selesai baca, silakan definisikan atau tentukan judul sendiri. :)

Tifus itu Penyakit bukan Gejala

Lagi, hangat2nya temen2 saya membaca disclaimer program kalau mau instal, jadi ikutan bikin ah.

Disclaimer :

Tulisan ini hanya wujud berbagi saya, tentang pengalaman saya. Silakan anda percaya atau tidak tentang ini, dan hal ini yang terjadi pada diri saya. Satu lagi, saya bukan dokter, tapi saya orang yang open minded. Semoga kita bisa menjadi orang yang cerdas dalam menerima hal baru dan perubahan yang lebih baik. Ada bisa mengikuti apa yang saya lakukan, tapi saya tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi(pro, karena saya hanya berbagi, dan saya bukan dokter)  :)

—- end of disclaimer —-

berikut ini tautan yang menjadi referensi saya ketika saya sakit : Tifus, tidak harus makan bubur.

Hmm, 2 hari yang lalu ceritanya saya sakit tifus benar. Tapi dari sakit tersebut, cukup banyak yang saya ketahui tentang sakit ini.

Penyebab :

Penyebabnya adalah bakteri tifus yang singgah dimakanan kita. Tapi bukan berarti kalau makanan kita mengandung ini kita langsung sakit. Hal ini karena secara natural tubuh kita akan melawan bakteri ini. Yang lebih penting, bagaimana kok si bakteri ini bisa masuk? Banyak media yang bisa menjadi penghantar bakteri ini, salah satunya tidak mencuci tangan sebelum makan atau lalat yang sering singgah dimakanan kita. Jadi yang perlu diperhatikan adalah cuci tangan anda dengan sabun sebelum makan dan pastikan makanan yang kita beli atau masak itu benar bersih.

Ciri-Ciri sakit ini :
Sakit tifus itu, tidak bisa langsung disimpulkan sakit tifus, tapi ternyata ada proses yang cukup panjang lho. Karakteristik sakit tifus adalah deman biasanya pada malam hari dan berlangsung selama seminggu. Hmm, jika siang hari penderita tifus akan terlihat sehat seperti biasa dan dapat beraktifitas normal. Jadi ceritanya kalau demamnya belum sampai seminggu, diobati sudah sembuh, artinya itu bukan sakit tifus. Nah, hal inilah yang sering dokter katakan dengan gejala tifus(karena gejalannya mirip tifus). Jadi artinya tidak ada sakit gejala tifus, tapi sakit tifus atau tidak. Kalau sakit tifus biasanya juga kita buang air besar tidak rutin. Nah, kalau habis dari dokter, kita juga akan disarankan untuk tes widal di Lab. Tapi isunya tes ini sudah tidak terlalu akurat untuk mendeteksi tifus. Zaman dulu(saat antibiotik belum berkembang), dokter ceritanya melakukan tes ini sebagai follow up sakit tifus. Karena tifus zaman dulu bisa sampai 1 bulan.
Tes widal adalah tes yang digunakan untuk mengetahui peningkatan titer(hmm, semacamam ukuran imunitas tubuh kita). Nah, setiap orang katanya bisa berbeda-beda ukuran titer, dan orang sehat juga bisa ada titernya(artinya titer+).  So, kalau mau tes tifus tidak katanya lebih baik menggunakan TUBEX TF(bisa di googling ini tes apa).  Oke, terlepas dari situ, selanjutnya adalah hal yang cukup menarik. Mending, tes trombosit untuk tahu, sakit demam berdarah atau tidak. Isunya sakit tifus dan DB sering berpasangan.

Perawatan :
Sakit tifus, pasti semua orang akan mengira, penderita sakit ini harus makan bubur selama beberapa waktu. Barulah nanti berlanjut makan nasi yang lembek, terus baru makan nasi keras. Tapi ternyata tidak lho, saya sudah membuktikannya.  Selama sakit tifus kemarin, saya memaksa orang di sekitar saya, agar saya bisa makan nasi biasa. Hmm, alhamdulillah, setelah 6 hari saya diberikan antibiotik, saya bisa aktifitas normal lagi. Jadi, intinya selama sakit tifus adalah istirahat total(alias bedrest) dan jangan terlalu banyak bergerak(biar nggak cepet demam).

Kalau makan, mending makan nasi. Secara logisnya, sakit tifus itu ada di usus halus, jadi semua makanan yang tadinya lunak atau keras setelah sampai disana katanya bentuknya sama saja(udah kek cairan gitu). Hanya yang perlu diperhatikan jangan terlalu banyak makan yang berselulosa(ini sayuran yang biasanya kalau kita buang air besar bentuknya masih sama). Selain itu, bebas makan apa saja. Ya, itulah pelajaran yang saya dapat dari sakit kemarin. Nah, jika setelah diberikan antibiotik, tapi anda belum sembuh sampai antibiotik habis, sebaiknya anda periksa lagi. Kemajuan seseorang yang sakit tifus ditunjukkan dari kondisi fisiknya.

Jika, ternyata anda sakit tifus, dan orang sekitar anda belum mengetahui hal ini, bersiaplah untuk ditertawakan dan dibilang mengada-ada. Terus, siapkan argumen terhebat sepanjang masa anda, agar anda bisa makan nasi. Hal itulah yang terjadi pada saya beberapa waktu lalu. Dan alhamdulillah, akhirnya argumen saya diterima.

Sekian berbagi kali ini. Semoga kita bisa menjaga kesehatan, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Cuci tangan pakai sabun, dan pastikan makanan kita bersih. Satu lagi, jangan kebanyakan begadang. :)

Ini sumber tentang tes widal : Tes widal.